
Álvaro Arbeloa dituntut mengembalikan Real Madrid ke jalur kemenangan setelah era kontroversial Xabi Alonso. (Dok. Instagram/@arbeloa)
JawaPos.com - Álvaro Arbeloa menghadapi salah satu tugas paling berat di dunia sepak bola. Ia tidak hanya dituntut mengembalikan Real Madrid ke jalur kemenangan, tetapi juga harus membereskan berbagai masalah yang tertinggal dari era singkat dan penuh kontroversi Xabi Alonso.
Alonso hanya bertahan tujuh bulan dari kontrak tiga tahunnya bersama Los Blancos. Kekalahan dramatis 3-2 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir masa jabatannya, hanya kurang dari 24 jam sebelum keputusan pemecatan diumumkan.
Namun, hasil pertandingan semata bukan satu-satunya penyebab. Keputusan taktis yang membingungkan, konflik terbuka dengan Vinicius Junior, serta kegagalan membangun identitas permainan membuat Alonso, yang semula dianggap manajer muda menjanjikan, berubah menjadi sasaran kritik media Spanyol.
Seberapa besar kesalahan Alonso atas kondisi Real Madrid yang terpuruk memang masih diperdebatkan. Yang jelas, Arbeloa mewarisi ruang ganti yang lesu, penuh tekanan, dan tanpa arah yang jelas.
Melansir Sports Illustrated, berikut empat langkah utama yang mulai dilakukan Arbeloa untuk merapikan kembali kekacauan tersebut.
1. Arbeloa Gagal di Ujian Pertama, tapi Menang di Ruang Ganti
Tanpa pengalaman melatih tim papan atas, Arbeloa langsung dilempar ke api. Dua hari setelah ditunjuk, Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey usai kalah mengejutkan 3-2 dari Albacete, tim divisi dua, di babak 16 besar.
Alasan rotasi pemain atau absennya beberapa bintang tidak banyak membantu. Dengan komposisi yang masih diisi nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Federico Valverde, Arda Güler, dan Gonzalo García, kekalahan tersebut terasa sulit diterima. Secara hasil, itu adalah awal yang buruk.
Namun, Arbeloa menunjukkan kualitas kepemimpinannya di luar lapangan. Dalam konferensi pers pascalaga, ia mengambil seluruh tanggung jawab dan menolak menyalahkan pemainnya. Ia bahkan secara khusus memuji Vinicius Jr.
“Dia bersedia membantu tim dan memikul tanggung jawabnya, berlarian ke sana kemari dan tidak pernah bersembunyi,” kata Arbeloa. “Itulah Vini Jr. yang ingin saya lihat, yang berani, yang bertanggung jawab, dan yang tak kenal takut.”
“Dia akan memiliki hari-hari yang lebih gemilang dan hari-hari yang kurang begitu, tetapi saya telah melihat bahwa dia berkomitmen dan bahwa dia adalah seorang kapten. Saya yakin bahwa dia akan memberi kita malam-malam yang hebat dan bahwa jika Real Madrid ingin memenangkan trofi, kita membutuhkan versi terbaik darinya.”
2. Berdamai dan Berdiri di Belakang Vinicius
Beberapa pekan sebelum komentar tersebut, situasi Vinicius Junior sangat berbeda. Di bawah Alonso, sang winger kerap mendapat kritik terbuka, bahkan sempat disiul penonton sendiri. Respons Alonso kala itu dingin: penggemar punya "hak untuk menyampaikan pendapat mereka."
Hubungan keduanya memang sudah lama dikabarkan retak. Vinicius pernah langsung masuk terowongan saat diganti dalam El Clásico, tak menyebut Alonso dalam permintaan maaf publiknya, dan memilih diam saat sang pelatih dipecat. Situasi itu diperparah oleh kabar bahwa Vinicius menunda pembicaraan kontrak karena hubungannya yang buruk dengan Alonso, yang jarang memberinya menit bermain penuh.
