Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 21.11 WIB

Mbappe Dikritik Usai Cetak Gol Panenka vs Villarreal, Dianggap Tak Respek pada Brahim Díaz

Kylian Mbappé mencetak gol penalti Panenka ke gawang Villarreal dan mendedikasikannya untuk Brahim Díaz. Namun gestur tersebut justru menuai kritik keras dan dianggap tidak sensitif. (Istimewa) - Image

Kylian Mbappé mencetak gol penalti Panenka ke gawang Villarreal dan mendedikasikannya untuk Brahim Díaz. Namun gestur tersebut justru menuai kritik keras dan dianggap tidak sensitif. (Istimewa)

JawaPos.com - Gol penalti Panenka Kylian Mbappé ke gawang Villarreal seharusnya menjadi momen selebrasi biasa. Namun, alih-alih mendapat pujian, aksi penyerang Real Madrid itu justru memantik kontroversi. 

Melansir Sports Illustrated, dedikasi golnya kepada Brahim Díaz dinilai sebagian pihak sebagai gestur yang keliru bahkan menyedihkan.

Dalam laga tersebut, Real Madrid sudah unggul 1-0 lewat gol jarak dekat Mbappé tak lama setelah jeda. Di masa tambahan waktu, sang bintang Prancis kembali menjadi sorotan setelah memenangkan penalti. 

Ia bangkit, membersihkan diri, lalu mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka yang tenang, mengecoh kiper Villarreal dengan bola melambung ke tengah gawang.

Usai mencetak gol, Mbappé berlari ke sudut lapangan dan merayakannya dengan gestur tangan yang menirukan lintasan penalti. 

Brahim Díaz, yang baru masuk sebagai pemain pengganti di 10 menit akhir—penampilan kompetitif pertamanya sejak malam pahit di Rabat—ikut berada di sekitar sang pencetak gol.

“Untukmu, untukmu,” teriak Mbappé ke arah Brahim. Seusai laga, ia menegaskan bahwa gestur tersebut dilakukan “sebagai penghormatan” bagi rekan setimnya yang sedang terluka.

Patah Hati Brahim Diaz

Beberapa hari sebelumnya, Brahim Díaz mengalami salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya. Maroko hanya selangkah dari gelar Piala Afrika pertama dalam 50 tahun saat wasit menunjuk titik penalti di menit-menit akhir final melawan Senegal. 

Brahim, yang mendapat penalti tersebut, harus menunggu lebih dari 15 menit karena protes panjang dari kubu lawan.

Penundaan itu terbukti fatal. Ketika laga dilanjutkan, Brahim mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka, namun bola melambung lemah dan langsung ditangkap kiper Senegal. 

Kegagalan itu terasa begitu menyakitkan, sampai memunculkan berbagai spekulasi tak masuk akal di ruang publik.

Setelah laga, Brahim terlihat terpukul. Ia menerima penghargaan pencetak gol terbanyak turnamen dengan air mata, lalu menyampaikan permintaan maaf lewat media sosial.

“Hatiku sakit,” tulisnya. 

“Aku memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang telah kalian berikan kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa tidak sendirian. Aku berjuang dengan segenap kekuatanku, terutama dengan hatiku. Kemarin aku gagal, dan aku bertanggung jawab penuh serta meminta maaf dari lubuk hatiku.”

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore