Kemenangan dramatis Real Madrid atas Rayo Vallecano kembali memicu kontroversi, dengan mantan direktur Barcelona Toni Freixa mengecam keras penalti di menit akhir dan keputusan wasit.
JawaPos.com - Kemenangan Real Madrid atas Rayo Vallecano di La Liga tak hanya menyisakan tiga poin, tetapi juga gelombang perdebatan panas.
Salah satu suara paling keras datang dari mantan direktur Barcelona, Toni Freixa, yang secara terbuka menyoroti penalti kontroversial di menit-menit akhir pertandingan tersebut.
Gol penentu kemenangan Madrid dicetak Kylian Mbappe dari titik putih pada menit kesembilan masa tambahan waktu. Keputusan itulah yang langsung memancing reaksi keras Freixa.
Melansir Barca Blaugranes, dalam serangkaian unggahan di media sosial, ia menyebut momen tersebut sebagai "skandal nyata, keterlaluan, tak tahu malu".
Ia kemudian menjelaskan sudut pandangnya terkait insiden yang berujung penalti tersebut.
“Pemain Rayo menyentuh bola dengan ujung kakinya dan menendang ke udara, dan tidak ada kontak langsung. Pemain lawan hanya berpura-pura seperti biasanya. ITU BUKAN PENALTI dan yang lebih buruk lagi: VAR TIDAK MENGINTERVENSI. Malulah pada RFEF, La Liga, CTA.”
Tak berhenti di situ, Freixa juga mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan tambahan waktu hingga sembilan menit.
Menurutnya, durasi tersebut tidak masuk akal dan sarat kepentingan, terlebih karena kemenangan itu membuat Real Madrid semakin mendekati Barcelona di papan klasemen.
“Apa pembenaran untuk tambahan waktu 9 menit ketika tidak ada cedera, hanya satu gol, dan pergantian pemain dilakukan secara normal? Mengapa sembilan menit? Ini keterlaluan,” ujarnya.
Kritik Freixa kemudian melebar ke gambaran yang lebih besar tentang kompetisi. Ia menilai situasi semacam ini bukanlah hal baru dan sudah terlalu sering terjadi.
“Kita sudah pernah melihat ini sebelumnya, ini yang selalu terjadi di Liga Spanyol: pertandingan akan berlangsung hingga Real Madrid mencetak gol, dan itu memang sudah diprediksi."
"Kami yang sudah sering mengalaminya tahu itu akan terjadi, tetapi sekarang mereka bahkan tidak berusaha menyembunyikannya.”
Bahkan, Freixa melontarkan pernyataan yang lebih tajam terkait kualitas permainan Madrid musim ini.
“Saya harus mengatakan sesuatu: Real Madrid tidak akan memenangkan satu pun gelar musim ini karena mereka tidak memainkan sepak bola yang sebenarnya. Ini menyedihkan, sangat menyedihkan.”
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
