Legenda Real Madrid, Guti, menilai Kylian Mbappe kurang terlibat di babak pertama saat Los Blancos menghadapi Rayo Vallecano, berbanding terbalik dengan performa aktif Vinicius Jr.
JawaPos.com - Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, angkat bicara untuk membela Kylian Mbappe dari kritik yang kerap diarahkan kepadanya.
Penyerang Real Madrid itu selama ini sering dicap egois dan terlalu individualistis, terutama karena gaya bermainnya yang sangat berorientasi pada gol.
Melansir Mundo Deportivo, berbicara di hadapan publik, Deschamps memberikan penjelasan lugas mengenai peran Mbappe di lapangan. Menurutnya, banyak penilaian yang tidak sepenuhnya memahami tuntutan posisi seorang striker elite.
Mbappe memang menjadi ujung tombak, baik di level klub maupun tim nasional. Dengan status tersebut, sorotan terhadap jumlah gol dan keputusan-keputusan individual hampir tak terhindarkan. Namun bagi Deschamps, label egois itu sering kali terlalu disederhanakan.
Deschamps menyoroti bagaimana Mbappe kerap dipersepsikan oleh media dan publik, yang menurutnya tidak selalu sejalan dengan realitas di dalam tim.
“Kita memiliki citra seseorang yang sangat egois dan individualistis,” ujar Deschamps.
Ia kemudian menjelaskan bahwa apa yang dianggap sebagai sikap egois justru merupakan bagian alami dari tugas seorang striker. Tanggung jawab utama Mbappe adalah menentukan hasil pertandingan, dan itu menuntut mentalitas tertentu.
“Tentu saja, dia seorang striker; akan aneh jika dia tidak memiliki sedikit sifat egois.”
“Saya dapat meyakinkan Anda bahwa, dalam hal cara kerja dan segala hal lainnya, dia adalah seseorang yang tahu bahwa, sebagai kapten, kata-katanya memiliki bobot di mata seluruh tim.”
Menurut Deschamps, Mbappe bukan hanya sosok pencetak gol, tetapi juga figur yang memahami perannya sebagai pemimpin di lapangan dan di ruang ganti.
Deschamps juga menolak anggapan bahwa semua pemain harus diukur dengan standar fisik yang identik. Ia menegaskan bahwa menilai Mbappe hanya dari jarak tempuh lari per pertandingan adalah pendekatan yang keliru.
“Jika Anda ingin menilai Kylian dengan mengatakan dia harus berlari setidaknya 11 kilometer per pertandingan, jangan repot-repot, dia tidak akan melakukannya.”
“Namun, di sisi lain, ia memiliki banyak kualitas penting dan menentukan lainnya.”
Pandangan ini diperkuat oleh asisten Deschamps, Guy Stephan, yang menyoroti karakter eksplosif Mbappe dalam pertandingan. Meski tidak selalu menjadi pemain dengan jarak lari terjauh, kontribusinya kerap muncul dalam momen-momen krusial.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
