Pemain Real Madrid Brahim Diaz. (Dok.IG Real Madrid)
JawaPos.com - Bulan Januari lalu bukan periode yang mudah bagi Brahim Diaz. Gelandang serang Real Madrid itu harus menelan kekecewaan besar setelah gagal mengeksekusi penalti saat membela Maroko di final Piala Afrika, sebuah momen pahit yang membuat negaranya kehilangan gelar juara.
Kegagalan tersebut membuat pemain berusia 27 tahun itu menjadi sasaran kritik dan sempat berada dalam fase sulit, baik secara mental maupun emosional. Namun, alih-alih tenggelam, Brahim justru memilih bangkit dan menjadikan pengalaman itu sebagai bahan bakar untuk tampil lebih kuat.
Kembali Mengetuk Pintu Real Madrid
Setelah melewati masa-masa berat, Brahim Diaz perlahan kembali menemukan ritmenya bersama Real Madrid. Ia mengakui kesalahannya secara terbuka dan meminta maaf, meski tetap pulang dari Piala Afrika dengan status peraih Sepatu Emas dan catatan individu yang impresif.
Melansir Diario AS, lingkaran terdekat Brahim meyakini kegagalan tersebut akan membuatnya lebih tangguh secara mental. Dan sejauh ini, hal itu terbukti.
Bukannya mengalami penurunan performa, Brahim justru menunjukkan perkembangan signifikan dalam tiga pertandingan sejak kembali memperkuat Los Blancos.
Saat menghadapi Rayo Vallecano, Brahim masuk menggantikan Jude Bellingham yang cedera di menit kelima dan langsung memberi dampak. Ia mencatatkan assist untuk gol pembuka Vinicius Jr., lalu terlibat dalam pergerakan yang berujung pada penalti penentu kemenangan yang dieksekusi Kylian Mbappe.
Perannya kembali krusial ketika melawan Valencia. Meski memulai laga dari bangku cadangan, Brahim mampu mengubah jalannya pertandingan dengan memberikan assist kepada Mbappe untuk gol kemenangan di menit-menit akhir.
Sayap Kanan Siap Direbut
Dalam laga kontra Valencia, Brahim sempat dimainkan di sisi kiri lini serang. Namun, posisi yang berpotensi menjadi ladang terbaik baginya justru berada di sayap kanan, terutama dengan absennya Rodrygo Goes dan Franco Mastantuono yang masih kesulitan mengamankan tempat reguler.
Performa Brahim sejak kembali dari Piala Afrika tiga minggu lalu benar-benar mengubah situasinya di internal tim. Ia tampil lebih agresif, penuh energi, dan jelas lapar akan peran yang lebih besar.
Brahim sadar ia memiliki peluang untuk masuk ke starting XI Real Madrid. Namun, jika harus memulai dari bangku cadangan, ia tetap siap menunggu momen dan kembali menjadi pembeda seperti yang telah ia tunjukkan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dengan mental yang lebih matang dan performa yang terus menanjak, Brahim Diaz kini bukan sekadar pelapis, melainkan kandidat serius untuk merebut posisi sayap kanan Real Madrid.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
