Xabi Alonso dirumorkan didekati Eintracht Frankfurt. (ig @xabialonso)
JawaPos.com - Sudah enam minggu berlalu sejak Xabi Alonso sepakat untuk mengakhiri masa jabatannya selama tujuh bulan sebagai pelatih kepala Real Madrid. Meski periode tersebut jauh dari kata ideal, nama Alonso tetap memiliki daya tarik besar di bursa pelatih Eropa.
Reputasinya tidak runtuh hanya karena satu pengalaman yang kurang mulus di Santiago Bernabeu. Justru sebaliknya, banyak klub masih melihatnya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan saat ini. Tak heran jika berbagai pendekatan mulai berdatangan.
Klub terbaru yang mencoba peruntungan adalah Marseille. Tim Ligue 1 itu baru saja berpisah dengan Roberto De Zerbi dan langsung bergerak cepat mencari pengganti. Nama Alonso pun masuk dalam radar utama.
Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa pendekatan tersebut tidak berbuah manis. Alonso memilih menolak tawaran untuk kembali ke dunia kepelatihan dalam waktu dekat. Marseille akhirnya mengalihkan opsi dan menunjuk Habib Beye sebagai pelatih baru mereka.
Belum Ingin Kembali Melatih
Keputusan meninggalkan Real Madrid masih terbilang segar. Dengan tekanan besar yang menyertai pekerjaannya di ibu kota Spanyol, wajar jika Alonso kini memilih untuk mengambil jeda.
Alih-alih langsung menerima tawaran baru, pelatih berusia 44 tahun itu diyakini ingin menunggu hingga musim panas. Selain memberi waktu untuk refleksi, langkah ini juga membuka peluang untuk mendapatkan proyek yang lebih sesuai dengan visinya.
Beberapa nama klub besar mulai dikaitkan dengannya. Liverpool disebut-sebut mempertimbangkannya sebagai opsi jika terjadi perubahan di kursi pelatih.
Di sisi lain, Manchester City juga berpotensi mengalami transisi apabila Pep Guardiola memutuskan mengakhiri masa baktinya yang panjang di Etihad.
Jika salah satu posisi tersebut benar-benar terbuka, Alonso hampir pasti akan masuk dalam daftar kandidat utama. Pengalamannya sebagai pemain elite serta reputasinya sebagai pelatih dengan pendekatan taktis modern menjadi nilai jual yang kuat.
Untuk saat ini, Alonso tampaknya menikmati masa istirahatnya dari hiruk-pikuk sepak bola. Namun satu hal yang pasti: ketika ia memutuskan kembali, kemungkinan besar panggung yang menantinya akan tetap berada di level tertinggi sepak bola Eropa.
