Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 02.48 WIB

Jalani Laga Tandang Liga Champions, Alvaro Arbeloa Tak Ingin Ulangi Strategi Xabi Alonso

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (ig @arbeloa) - Image

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (ig @arbeloa)

JawaPos.com-Jelang laga penting Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica, ada perubahan pendekatan yang cukup terasa dari kubu Los Blancos. 

Melansir Sports Illustrated, pelatih anyar Alvaro Arbeloa memimpin sesi latihan tim langsung di Estadio da Luz, sebuah keputusan yang sekaligus menandai perbedaan jelas dari metode yang sebelumnya diterapkan Xabi Alonso. Selama masa jabatannya yang singkat, Alonso dikenal berani melakukan banyak penyesuaian di Real Madrid.

Salah satu keputusan Xabi Alonso yang cukup mencolok adalah meniadakan sesi latihan di stadion lawan. Dia memilih agar Real Madrid tetap menjalani latihan terakhir di Valdebebas sebelum pertandingan Liga Champions.

Langkah ini menyimpang dari tradisi panjang klub, yang sebelumnya hanya ditinggalkan pada era Jose Mourinho. Namun, Arbeloa datang dengan pandangan berbeda.

Pada kesempatan pertamanya memimpin laga tandang di Liga Champions, pelatih berusia 43 tahun itu memilih kembali ke pendekatan yang pernah digunakan Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane. Dia membawa skuad Real Madrid ke Lisbon dan menggelar latihan langsung di stadion kebanggaan Benfica.

Mengapa Arbeloa Menyimpang dari Praktik Alonso?

Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Arbeloa menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut. Dia menegaskan bahwa pendekatan Alonso bukan sesuatu yang keliru, namun situasi kali ini membutuhkan sentuhan berbeda.

“Xabi bukanlah satu-satunya pelatih yang mempersiapkan pertandingan di kandangnya sendiri. Kami tidak tahu apakah kami akan melakukannya di masa depan. Kami memiliki opsi itu, tetapi menurut saya penting untuk datang ke stadion yang membawa begitu banyak kenangan indah,” ujar Arbeloa.

Kenangan yang dimaksud tentu merujuk pada final Liga Champions 2013–14 di Lisbon. Saat itu, Sergio Ramos mencetak gol ikonik di menit ke-93 yang memaksa laga melawan Atlético Madrid berlanjut ke perpanjangan waktu, sebelum Real Madrid memastikan kemenangan 4–1 dan meraih La Decima. Arbeloa sendiri masih menjadi bagian dari skuad Los Blancos pada malam bersejarah tersebut.

“Berlatih sehari sebelum pertandingan dan merasakan pentingnya tiga poin ini serta lawan yang ada di depan kita. Saya pikir itu bagus untuk para pemain. Itulah mengapa saya memutuskan untuk melakukannya dengan cara ini, tetapi saya rasa itu tidak lebih baik atau lebih buruk daripada keputusan yang dibuat oleh pelatih lain,” tambah Arbeloa.

Peringatan Arbeloa Jelang Laga Sulit di Lisbon

Laga melawan Benfica menjadi pertandingan tandang pertama Arbeloa di Liga Champions sebagai pelatih Real Madrid. Berbeda dengan musim lalu, Los Blancos kini memegang kendali penuh atas nasib mereka di fase liga. 

Dengan koleksi 15 poin dan berada di posisi ketiga klasemen, kemenangan di Estadio da Luz akan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Di atas kertas, Real Madrid memang difavoritkan. Namun Arbeloa dengan tegas mengingatkan para pemainnya agar tidak meremehkan tuan rumah, terlebih dengan atmosfer stadion dan kualitas lawan yang menanti.

“Ini pertandingan yang sangat penting bagi kami. Kami ingin berada di delapan besar dan kami perlu mendapatkan tiga poin besok melawan tim yang sangat besar,” kata Arbeloa.

“Meskipun mereka datang dengan tim Liga Pemuda, mereka memiliki pemimpin terbaik. Saya telah memperingatkan para pemain tentang kesulitan pertandingan ini, kami di sini dengan kerendahan hati yang luar biasa. Jika kita ingin menang, kita harus memberikan yang terbaik dan sangat fokus,” imbuh dia.

Bagi Arbeloa, laga ini juga memiliki nuansa personal. Dia pernah bermain di bawah asuhan Mourinho selama membela Real Madrid.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore