Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 23.39 WIB

Dua Penyerang Real Madrid Dikabarkan Tolak Jose Mourinho Jadi Pelatih Berikutnya

Pemain Real Madrid Vinicius Junior berbicara dengan Pelatih Benfica Jose Mourinho dalam pertandingan Liga Champions 2025/2026. (Getty Images/Octavio Passos) - Image

Pemain Real Madrid Vinicius Junior berbicara dengan Pelatih Benfica Jose Mourinho dalam pertandingan Liga Champions 2025/2026. (Getty Images/Octavio Passos)

JawaPos.com–Rumor pergantian pelatih di Real Madrid mulai memanas, tetapi kabar terbaru justru menghadirkan dinamika yang tak terduga. Dua bintang lini depan Los Blancos, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe, disebut-sebut tidak menginginkan Jose Mourinho menjadi manajer berikutnya.

Melansir Football365, isu ini mencuat tak lama setelah laga panas Liga Champions melawan Benfica yang dilatih Jose Mourinho. Dalam pertandingan tersebut, Vinicius Jr mencetak satu-satunya gol kemenangan Real Madrid lewat aksi individu brilian pada menit ke-51. Namun, selebrasinya di depan sudut lapangan memicu reaksi keras dari suporter tuan rumah.

Situasi semakin memanas ketika muncul dugaan bahwa penyerang Benfica, Gianluca Prestianni, menyebut Vinicius Jr sebagai monyet saat kedua tim bersiap melanjutkan pertandingan. Protokol anti rasisme sempat diberlakukan, tetapi tidak ada tindakan langsung di lapangan karena Prestianni disebut menutupi mulutnya dengan baju.

Di tengah kontroversi tersebut, Jose Mourinho justru memberikan komentar yang memicu gelombang kritik. Mantan pelatih Real Madrid itu dinilai menyudutkan Vinicius atas selebrasinya.

”Seharusnya itu menjadi momen paling gila dalam pertandingan, sebuah gol yang luar biasa. Para pemain berbakat ini mampu melakukan hal-hal indah seperti itu, tetapi sayangnya mereka tidak hanya senang mencetak gol yang menakjubkan. Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat,” ucap Jose Mourinho.

Dia mengatakan hal itu persis kepada Vinicius Jr. Menurut Jose Mourinho, setelah mencetak gol seperti itu, Vini cukup merayakan dan berjalan kembali.

”Ketika dia berdebat tentang rasisme, saya mengatakan kepadanya bahwa orang terbesar (Eusebio) dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam. Klub ini, sama sekali bukan klub rasis. Jika dalam pikirannya ada sesuatu yang berhubungan dengan itu, ini adalah Benfica. Mereka (Vinicius Jr dan Prestianni) memberi tahu saya hal yang berbeda. Tapi saya tidak percaya pada salah satu atau yang lain. Saya ingin sendiri,” tandas Jose Mourinho.

Komentar tersebut menuai kritik tajam dari banyak pihak, termasuk sejumlah mantan pemain yang menilai Mourinho terkesan “menyalahkan korban” dan tidak cukup tegas dalam menyikapi isu rasisme.

Dampak ke Ruang Ganti?

Di tengah spekulasi bahwa Real Madrid bisa mencari pelatih baru musim panas mendatang, nama Mourinho memang kembali dikaitkan dengan kursi panas di Santiago Bernabeu. Beberapa nama lain juga disebut masuk radar manajemen.

Namun laporan terbaru dari Spanyol menyebut bahwa baik Vinicius maupun Mbappe tidak akan menyambut baik kemungkinan Mourinho kembali ke klub. Di ruang ganti, Vinicius disebut sebagai figur yang sangat dilindungi, terutama dalam konteks insiden rasisme yang berulang kali ia alami di berbagai stadion.

Disebutkan pula bahwa persepsi kedua pemain dipengaruhi oleh kesan bahwa Mourinho tidak menunjukkan sikap yang cukup tegas dalam isu yang mereka anggap serius dan tidak bisa ditawar.

Situasi ini tentu menambah lapisan kompleks dalam dinamika internal klub. Jika benar Real Madrid mempertimbangkan perubahan pelatih, suara para pemain kunci jelas akan menjadi faktor penting.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore