Borussia Dortmund tersingkir secara dramatis dari Liga Champions usai kalah 4-1 dari Atalanta. Dua kartu merah dan penalti di menit akhir menjadi penentu nasib BVB. (Instagram/@bvb09)
JawaPos.com - Borussia Dortmund harus menelan pil pahit di panggung Eropa. Datang dengan modal keunggulan 2-0 dari leg pertama, BVB justru runtuh saat bertandang ke markas Atalanta dalam laga play-off knockout Liga Champions, Rabu (25/2) malam.
Alih-alih mengamankan tiket ke babak 16 besar, Dortmund malah tersingkir secara dramatis setelah kalah 4-1 dan kalah agregat 4-3.
Melansir Sports Mole, pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal. Atalanta tampil agresif dan penuh percaya diri, seolah tak peduli dengan defisit dua gol dari leg pertama. Atmosfer stadion terasa panas, dan perlahan tekanan itu mulai memakan mental tim tamu.
Drama mencapai puncaknya di menit-menit akhir. Ramy Bensebaini menerima kartu kuning kedua usai mengangkat kaki terlalu tinggi saat berduel dengan Nikola Krstovic. Keputusan itu berujung petaka. Dari situ, Lazar Samardzic maju sebagai algojo dan dengan tenang mengeksekusi penalti yang mengantar Atalanta unggul agregat.
Belum selesai sampai di situ, kekacauan makin menjadi. Nico Schlotterbeck, yang bahkan tidak bermain dan hanya duduk di bangku cadangan, ikut diganjar kartu merah karena protes keras terhadap keputusan penalti. Seorang anggota staf pelatih Dortmund pun ikut diusir wasit.
Dalam hitungan menit, segalanya berubah dari sekadar laga sulit menjadi malam yang benar-benar kacau bagi wakil Jerman tersebut.
Kekalahan ini terasa makin menyakitkan karena secara historis Dortmund selalu mampu mempertahankan keunggulan dua gol di leg pertama kompetisi UEFA. Dalam 10 kesempatan sebelumnya, mereka selalu lolos. Kali ini? Rekor itu runtuh.
Di sisi lain, Atalanta justru menorehkan sejarah. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil membalikkan ketertinggalan dua gol dari leg pertama dalam kompetisi Eropa.
La Dea juga menjadi tim Italia ketiga yang mampu lolos setelah kalah dua gol atau lebih di leg pertama, menyusul jejak Juventus dan Roma di musim-musim sebelumnya.
Malam itu benar-benar milik Atalanta. Kombinasi keberanian, determinasi, dan sedikit drama membuat mereka pantas melangkah ke babak 16 besar.
Lalu apa selanjutnya? Tantangan jelas tidak akan mudah. Atalanta berpotensi menghadapi Arsenal atau Bayern Munich di fase berikutnya. Dua tim yang secara kualitas dan pengalaman jelas berada di level tertinggi Eropa musim ini.
Jika ingin terus melaju, Atalanta harus kembali menghadirkan sesuatu yang “istimewa”—mungkin bahkan lebih gila dari comeback kali ini.
Sementara itu, Dortmund harus pulang dengan banyak evaluasi. Keunggulan dua gol terbuang sia-sia, emosi tak terkendali, dan satu malam buruk yang akan lama membekas di ingatan para pendukungnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
