Thibaut Courtois Sebut Penyelamatan Terbaiknya di Laga Real Madrid vs Juventus
JawaPos.com–Situasi panas yang melibatkan Vinicius Junior dan pemain Benfica Gianluca Prestianni masih terus bergulir. Kali ini, kiper Real Madrid Thibaut Courtois angkat suara dan nada bicaranya jelas menunjukkan kekecewaan, terutama terhadap cara Jose Mourinho menyikapi insiden tersebut.
Pekan lalu, terjadi dugaan pelecehan terhadap Vinicius. Mourinho justru menuai kritik karena lebih menyoroti selebrasi sang winger ketimbang fokus pada substansi insiden yang terjadi. Banyak pihak menilai pernyataannya terkesan membenarkan tindakan Prestianni.
Melansir Football Espana, Courtois pun memberikan perspektif dari dalam lapangan. Dia mengungkapkan bahwa keputusan untuk melanjutkan pertandingan sepenuhnya berada di tangan Vinicius.
”Ini adalah momen yang tepat bagi sepak bola untuk mengakhiri hal-hal seperti ini. Kita tahu apa yang Vinicius katakan kepada kita… dan ini adalah sesuatu yang telah terjadi berkali-kali. Kita harus menghentikannya. UEFA yang akan memutuskan…,” ucap Thibaut Courtois.
Dia menegaskan, rekan setimnya itu punya kuasa penuh untuk menentukan apakah laga dilanjutkan atau tidak.
”Mereka semakin hari semakin baik. Pada akhirnya, masalahnya adalah pada saat itu, Vinicius-lah yang memutuskan apakah kita akan kembali bermain; karena jika dia mengatakan tidak, kita akan mempertimbangkan untuk pergi. Dan kemudian terserah kepada petugas UEFA untuk memutuskan apa yang terjadi dengan pertandingan tersebut,” ujar Thibaut Courtois.
Courtois juga menyinggung tanggung jawab aparat pertandingan terkait situasi di tribun.
”Mengenai situasi di tribun penonton, itu adalah alasan untuk menghentikan pertandingan dan mengusir orang-orang tersebut. Tetapi tentu saja, tidak wajar bagi seorang pemain untuk melihat apa yang terjadi di tribun; itu adalah tanggung jawab wasit. Dan pihak berwenang harus dipanggil. Kita perlu berhenti bersikap bodoh sebagai masyarakat,” tandas Thibaut Courtois.
Saat diminta menanggapi komentar Mourinho yang menyebut bahwa dengan Eusebio sebagai ikon klub, Benfica tidak mungkin rasis dan menyatakan bahwa itu adalah masalah di mana pun Vinicius berada, di setiap stadion, Courtois tak menahan diri.
”Yah, Mourinho tetaplah Mourinho, dan sebagai seorang manajer, Anda akan selalu membela klub Anda. Tetapi saya merasa terganggu karena selebrasi Vinicius digunakan untuk menyerangnya,” tutur Thibaut Courtois.
”Itu mengecewakan. Karena ketika Real Madrid kebobolan, ejekannya berlipat ganda atau tiga kali lipat. Itu sudah terjadi, dan kita harus melupakannya. Itu sudah terjadi, dan kita tidak bisa membenarkan dugaan tindakan rasisme hanya karena sebuah selebrasi,” imbuh dia.
Komentar itu seolah jadi penegasan bahwa apa pun konteksnya, dugaan tindakan rasis atau diskriminatif tidak bisa ditoleransi. Prestianni telah menerima larangan sementara satu pertandingan dari UEFA selama investigasi berlangsung. Jika banding Benfica dikabulkan dan ia kembali bermain, Courtois mengaku belum tahu bagaimana sikap timnya.
“Ini adalah sesuatu yang belum kami diskusikan sebagai pemain. Kita lihat saja apa yang akan kita putuskan sebagai tim,” ucap dia.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
