Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Februari 2026, 13.51 WIB

Demi Piala Dunia, Mbappe Pilih Rehabilitasi dan Tunda Operasi

Kylian Mbappe (Bein Sports)

JawaPos.com - Cedera lutut kiri yang dialami Kylian Mbappe memasuki fase yang semakin krusial. Penyerang andalan Real Madrid itu dikabarkan berusaha menghindari tindakan operasi demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia mendatang.

Namun di sisi lain, kondisi fisiknya belum benar-benar stabil sejak masalah tersebut muncul pada Desember lalu.

Situasi ini menempatkan Madrid dalam posisi yang tidak mudah. Klub awalnya memberi keleluasaan kepada Mbappe untuk mengatur waktu bermain sesuai toleransi rasa sakitnya.

Akan tetapi, pendekatan itu mulai dipertanyakan setelah cedera kembali kambuh dalam beberapa pekan terakhir.

Masalah lutut tersebut pertama kali terasa saat menghadapi Celta Vigo pada awal Desember. Sejak saat itu, performa Mbappe memang terlihat belum sepenuhnya konsisten.

Ia masih mampu mencetak gol penting, tetapi akselerasi dan ledakan kecepatannya tak selalu muncul seperti biasanya.

Ketika tampil di final Supercopa melawan Barcelona, Mbappe tetap memaksakan diri bermain di laga berintensitas tinggi.

Keputusan itu sempat membantu tim dalam momen besar, tetapi efek jangka panjangnya kini mulai terasa. Rasa nyeri kembali muncul saat sesi latihan jelang pertandingan Liga Champions, membuatnya harus menepi.

Tim medis Madrid kini melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi terbaik. Opsi operasi sebenarnya ada di atas meja, tetapi langkah tersebut berisiko membuatnya absen panjang. Dengan jadwal padat di LaLiga dan kompetisi Eropa, Los Blancos tentu membutuhkan kontribusi maksimal sang bintang.

Di sisi lain, Mbappe memilih jalur rehabilitasi konservatif. Ia ingin memastikan pemulihan tanpa prosedur bedah agar peluangnya membela tim nasional di ajang dunia tetap terbuka. Pendekatan ini membutuhkan kesabaran dan kontrol ketat terhadap beban latihan.

Absennya Mbappe dalam beberapa pertandingan penting mulai terasa dampaknya. Real Madrid masih kompetitif, tetapi efektivitas serangan jelas berbeda tanpa kehadiran pemain yang memiliki naluri gol tinggi dan kecepatan eksplosif seperti dirinya.

Manajemen klub kini dihadapkan pada dilema klasik memaksakan pemain untuk mengejar target jangka pendek atau menjaga kondisi demi keberlanjutan musim dan turnamen internasional.

Dengan fase akhir musim yang semakin dekat, keputusan medis dalam beberapa minggu ke depan akan sangat menentukan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore