Dua pelatih belanda saat mengikuti lisensi D kepelatihan PSSI di Bali. (Dok. Bali United)
JawaPos.com - Suasana Bali United Training Center di Gianyar terasa sedikit berbeda pada Kamis (9/10). Dua wajah baru asal Belanda terlihat turut hadir dalam sesi kelas kursus kepelatihan lisensi D PSSI.
Mereka adalah Jeffrey Talan dan Ronnie Pander, dua mantan asisten pelatih klub Eredivisie yang datang untuk berbagi pengalaman dan wawasan tentang pengembangan pemain muda.
Kehadiran keduanya menjadi perhatian para peserta kursus. Talan, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih di Almere City, klub yang sempat diperkuat bintang Timnas Indonesia Thom Haye, hadir bersama Ronnie Pander, eks asisten pelatih PEC Zwolle, klub yang pernah diperkuat Eliano Reijnders dan sempat diasuh oleh Johnny Jansen.
Menariknya, Johnny Jansen sendiri kini menukangi Bali United FC tidak bisa hadir dalam kegiatan kali ini karena masih menyelesaikan urusan pribadi di Belanda.
Meski begitu, semangat dan nuansa sepak bola Negeri Kincir Angin tetap terasa lewat kehadiran dua koleganya tersebut.
Kursus Kepelatihan Lisensi D Nasional PSSI yang digelar sejak Senin (6/10) hingga Sabtu (11/10) ini merupakan hasil kolaborasi antara Bali United dan Asosiasi Provinsi PSSI Bali.
Selama hampir sepekan, sebanyak 30 peserta mengikuti berbagai sesi materi dan praktik kepelatihan yang dipusatkan di fasilitas latihan modern milik Bali United itu.
Dalam sesi kelas yang berlangsung sekitar satu jam, Jeffrey Talan dan Ronnie Pander berbagi pandangan tentang pentingnya membangun karakter dan mental pemain muda sejak dini.
“Semua pemain muda memiliki potensi. Namun, yang paling penting adalah proses pembentukan karakter mereka. Fisik, teknik, dan pemahaman taktik harus dikembangkan secara seimbang,” ujar Talan, yang juga merupakan asisten pelatih Timnas Belanda U-21.
Ia juga menambahkan bahwa membandingkan proses pengembangan pemain muda di Belanda dan Indonesia bukanlah hal mudah, karena setiap negara memiliki kondisi dan sistem pembinaan yang berbeda. Meski begitu, peran pelatih dalam membimbing pemain muda disebut menjadi kunci utama.
“Pelatih adalah fondasi utama dalam menciptakan pemain hebat. Kalau dasarnya kuat, hasilnya juga akan terlihat di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ronnie Pander menekankan pentingnya pelatih lokal memahami konteks budaya sepak bola Indonesia. Menurutnya, kombinasi antara disiplin khas Eropa dan kreativitas pemain Indonesia bisa menjadi kekuatan tersendiri jika diarahkan dengan benar.
Di akhir kegiatan, 30 peserta kursus secara resmi dinyatakan lulus dan siap terjun ke lapangan untuk melatih pemain muda di berbagai daerah.
Kehadiran dua pelatih berpengalaman dari Belanda itu diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pelatih-pelatih muda Indonesia untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan sepak bola modern.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
