Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 22.09 WIB

Tim Senior Terpuruk, Junior Mendunia! Persebaya U-11 Juara Asian Football 7 League dan Siap Tembus Eropa

Tim Persebaya U-11 berhasil bawa pulang trofi Asian Football 7 League ke Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

Tim Persebaya U-11 berhasil bawa pulang trofi Asian Football 7 League ke Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com—Prestasi membanggakan datang dari tim muda Persebaya Surabaya di tengah keterpurukan tim senior. Skuad Persebaya U-11 sukses menjuarai Asian Football 7 League 2025 di Thailand pada Selasa (28/10), menegaskan kiprah mereka sebagai salah satu akademi sepak bola usia dini paling berpotensi di Asia.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti tim-tim kuat dari 11 negara Asia, sehingga kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan. Anak-anak Green Force tampil penuh semangat dan disiplin hingga akhirnya keluar sebagai juara lewat keunggulan selisih gol, setelah laga terakhir melawan tuan rumah Thailand berakhir imbang 0-0.

Kemenangan ini menjadi angin segar bagi publik Surabaya yang tengah kecewa dengan performa tim senior di Super League 2025/2026. Saat ini Persebaya Surabaya senior terpuruk di peringkat 10 klasemen sementara dengan 11 poin dari 10 pertandingan, jauh dari ekspektasi suporter Green Force.

Pelatih Persebaya U-11 Dani Cantona menuturkan, kemenangan ini bukan hasil instan. Perjuangan anak asuhnya sangat berat karena harus membagi waktu antara sekolah dan latihan intensif menjelang keberangkatan ke Thailand.

“Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh dari manajer dan pengurus Persebaya,” ujar Dani di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Selasa (28/10).

Dia menambahkan, dukungan sekolah menjadi kunci karena para pemain diberi kelonggaran izin agar bisa fokus latihan. Selama persiapan, tim muda Green Force menjalani empat sesi latihan per minggu.

Tiga kali di lapangan rumput dan satu kali di lapangan sintetis sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi venue di Thailand yang menggunakan permukaan buatan. Menurut Dani, tantangan lain justru datang dari sisi psikologis anak-anak.

Pemain usia dini memiliki energi besar, sehingga pelatih dan ofisial harus terus menjaga fokus mereka agar tidak kehilangan konsentrasi di tengah padatnya jadwal turnamen.

“Di sana ada beberapa aturan ketat yang harus dipatuhi, termasuk jam istirahat dan pola makan,” ujar Dani.

Dia menegaskan, pembentukan karakter disiplin menjadi bagian penting dari proses pembinaan usia dini di klub internal Persebaya Surabaya. Keberhasilan Persebaya U-11 tak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga membuka peluang besar untuk berkompetisi di Eropa.

Tim ini mendapat undangan program rotator ke Prancis yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2026 sebagai bagian dari pengembangan bakat muda Asia.

“Jika jadwal kejuaraan di Eropa sudah jelas, tim akan dikumpulkan kembali oleh manajer untuk persiapan sebelum keberangkatan,” tambah Dani.

Dia berharap momentum juara di Thailand menjadi motivasi tambahan bagi pemain agar terus menjaga performa hingga ke level internasional berikutnya.

Salah satu pemain yang paling menonjol di turnamen ini adalah Fikri Aditya Zaidan, siswa SDN Entalsewu, Buduran, Sidoarjo. Fikri dinobatkan sebagai pemain terbaik sekaligus top skor setelah mencetak gol-gol penting sepanjang turnamen.

Dengan senyum polos, Fikri mengungkapkan rasa bahagia bisa membawa nama Surabaya ke kancah Asia. “Saya sangat bangga dan senang mendapatkan prestasi ini. Kuncinya latihan setiap hari,” kata Fikri singkat tapi penuh makna.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore