
Sean Dyche. (Dok. Instagram/@nffcofficial)
JawaPos.com - Sean Dyche menegaskan dia tidak memedulikan klasemen Liga Inggris dan Liga Europa meskipun Nottingham Forest baru-baru ini menunjukkan peningkatan hasil yang luar biasa.
Era Dyche dimulai dengan kuat di City Ground. Kemenangan di tengah pekan mereka atas Malmo menyempurnakan hasil dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Selama periode itu, Forest juga berhasil mengalahkan Leeds United dan menghantam Liverpool di liga, membuat mereka unggul satu poin dari tiga terbawah di Liga Inggris.
Kemenangan mereka dengan skor 3-0 atas Malmo juga membawa mereka naik ke posisi ke-16 dalam klasemen Liga Europa yang diikuti 36 tim, meskipun fokus mereka segera kembali ke laga domestik pada hari Minggu (30/11) pukul 21.05 WIB saat melawan Brighton.
Forest kembali ke City Ground untuk menghadapi Brighton, dan sementara Dyche senang dengan mentalitas dalam skuadnya, ia mengatakan posisi timnya di klasemen belum menjadi masalah saat ini.
"Mentalitas yang kami coba bangun di sini adalah satu pertandingan demi satu pertandingan. Saya tidak pernah melupakannya," ujar Dyche.
"Setiap pertandingan penting bagi saya, dan setiap pertandingan seharusnya penting bagi tim. Anda tidak perlu terus-menerus melihat tabel klasemen saat Anda memenangkan pertandingan," tegasnya.
"Kami telah menetapkan beberapa penanda yang sangat bagus bagi kami, bukan terhadap apa yang dipikirkan orang luar, melainkan penanda internal kami. Saya sangat senang untuk semua orang yang telah bekerja keras karena penting bagi Anda untuk mendapatkan imbalan, dan imbalannya adalah memenangkan permainan," jelasnya.
Sementara itu, Brighton telah menjalani tiga pertandingan Liga Inggris tanpa terkalahkan, yang mendorong mereka naik ke posisi keenam dalam klasemen dan hanya terpaut dua poin dari posisi empat besar.
The Seagulls mengalahkan Brentford dalam pertemuan terakhir mereka di liga, tetapi mereka membutuhkan aksi Bart Verbruggen di menit-menit terakhir untuk menyelamatkan penalti Igor Thiago guna meraih kemenangan 2-1.
Namun, pertandingan akhir pekan ini akan membawa Brighton kembali ke tempat di mana mereka menderita kekalahan terberat di bawah asuhan Fabian Hurzeler, ketika hattrick Chris Wood membawa Forest menang telak 7-0.
Memang, itu adalah kekalahan liga terberat Brighton sejak kekalahan 9-0 di Middlesbrough pada musim 1958/1959 di divisi kedua. Dan Hurzeler memperkirakan akan ada ujian berat lainnya bagi para pemainnya, terutama mengingat penampilan Forest di awal masa Dyche di klub tersebut.
"Mengesankan. Mereka tahu cara memenangkan pertandingan. Gaya bermain mereka sangat efektif. Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat berpengalaman di lapangan," ujar Hurzeler tentang performa Forest di bawah asuhan Dyche.
"Para pemain yang kami hadapi musim lalu masih ada di sana, jadi mereka punya kualitas individu yang hebat. Para pemain mereka secara individu semakin meningkat," komentarnya lagi.
"Mereka memang punya pemain-pemain kunci, terutama Elliot Anderson, yang performanya sedang bagus. (Morgan) Gibbs-White adalah pemain kunci. Mereka punya potensi besar. Di lini depan, mereka punya kualitas individu yang mumpuni, dengan pemain-pemain yang bisa menyerang. Mereka punya profil yang beragam, fleksibel, dan itulah yang membuat mereka sulit dilawan," tandas Hurzeler.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
