Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 20.43 WIB

Trucha Klaim PSM Makassar Kantongi Kelemahan Persebaya Surabaya, Apa Itu?

Tomas Trucha siap bikin Persebaya Surabaya keok di kandang PSM Makassar. (PSM Makassar)

 

JawaPos.com — PSM Makassar menatap laga tunda Super League 2025/2026 kontra Persebaya Surabaya dengan fokus besar pada satu titik lemah lawan: kebiasaan kebobolan di babak kedua. Pelatih Tomas Trucha menegaskan timnya sudah mengantongi celah itu dan siap memanfaatkannya saat duel digelar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (6/12/2025) malam.

Data kebobolan Persebaya hingga pekan ke-14 menunjukkan penurunan konsentrasi signifikan setelah jeda, dengan enam gol bersarang pada menit 46–90 dan dua gol lainnya saat injury time.

Trucha melihat pola tersebut sebagai peluang penting untuk menguasai permainan dan mengontrol jalannya pertandingan.

“Tim ini kebobolan terlalu banyak di babak kedua, jadi kami harus cerdas memanfaatkan momen ketika konsentrasi mereka turun,” ujar Trucha saat jumpa pers, Jumat (5/12/2025).

Ia menyebut analisis itu dilakukan bersama staf pelatih dalam evaluasi mendalam usai laga sebelumnya.

Meski begitu, Trucha tetap mengingatkan timnya agar tidak terlena dengan kelemahan Persebaya. Ia melihat Green Force tetap memiliki daya ledak tinggi dan mampu mengubah ritme laga dengan cepat jika diberi ruang.

“Persebaya tetap berbahaya, mereka punya kualitas dan pengalaman,” ucapnya.

Menurut Trucha, stabilitas mental menjadi faktor yang paling menentukan bagi PSM untuk mengamankan tiga poin di kandang.

Trucha juga kembali mengangkat istilah “serangan jantung” yang sempat membuat suporter waswas dalam beberapa laga terakhir. Istilah itu merujuk pada pertandingan penuh ketegangan yang diwarnai jual-beli gol hingga menit akhir.

“Saya tiga kali merasakan serangan jantung dalam pertandingan sebelumnya,” ujar Trucha mengingat laga dramatis melawan Persis Solo yang berakhir 3–4. “Saya tidak mau ini terjadi lagi, dan saya juga tidak mau suporter merasakan hal yang sama.”

Kekalahan dari Persis disebutnya sebagai alarm keras yang tidak boleh diabaikan pemain. Kebobolan tiga gol dalam satu laga memperlihatkan ada masalah koordinasi yang harus diperbaiki segera sebelum menjamu Persebaya.

Begitu kembali ke Parepare, PSM langsung menggelar evaluasi menyeluruh terhadap struktur pertahanan. Trucha menaruh perhatian besar pada transisi bertahan yang dianggap terlalu mudah ditembus saat lawan meningkatkan intensitas serangan.

“Kami kemasukan tiga gol dan kami tidak mau hal ini terjadi lagi dalam pertandingan kandang kali ini,” tegasnya.

Ia meminta pemain menjaga disiplin posisi agar tidak terbawa ritme menyerang lawan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore