Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Desember 2025, 05.43 WIB

Proyek Balkan Persebaya Surabaya Gagal? Dibangun Paul Munster, Runtuh di Tangan Eduardo Perez

Proyek Balkan Persebaya Surabaya tengah dalam sorotan kritis Bonek di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)

 

JawaPos.com — Proyek Gagal Serdadu Balkan Persebaya Surabaya kini menjadi sorotan setelah performa Green Force anjlok di era Eduardo Perez. Pondasi yang diracik Paul Munster musim lalu terlihat runtuh lebih cepat dari dugaan banyak orang.

Saat Munster mendatangkan tiga pemain Balkan pada Super League 2024/2025, banyak yang percaya Persebaya Surabaya sedang membangun proyek ambisius.

Tiga nama itu adalah Slavko Damjanovic, Dejan Tumbas, dan Dime Dimov, yang masing-masing datang dengan reputasi besar di level Asia.

Munster menilai mereka bukan sekadar pemain asing yang mengisi kuota regulasi. Ia dengan tegas mengatakan, “Tidak ada preferensi khusus, mereka punya latar belakang bermain di Asia, jadi ini penting bagi saya.”

Slavko menjadi pilar kokoh dan cepat menyatu dengan karakter Persebaya Surabaya.

Ia bahkan mengakui kenyamanannya sejak awal dengan menyebut, “Saya sangat senang di sini, kita punya tim dengan kualitas yang bagus dan pelatih yang hebat.”

Dejan yang dikenal serba bisa langsung menjadi pusat kreativitas lini tengah. Ia bahkan dijuluki bomber baru oleh Bonek karena kualitas penyelesaiannya di momen krusial.

Sementara itu, Dime membawa intensitas yang jarang dimiliki pemain bertahan di Super League. Mobilitas dan energinya membuat sisi lapangan Persebaya Surabaya hidup sepanjang pertandingan.

Munster menjelaskan latar belakang berbeda ketiganya justru membantu proses adaptasi.

“Mereka semua bermain di negara yang berbeda, Dejan dari Liga Tajikistan, Slavko pernah bermain di India sebelumnya, Dime pernah bermain di liga teratas di Bulgaria,” ujarnya menegaskan alasan memilih mereka.

Adaptasi trio Balkan itu berlangsung cepat berkat pengalaman mereka di kompetisi Asia. Munster kembali menambahkan, “Dua dari tiga pemain itu sudah pernah bermain di Asia, jadi adaptasinya tidak begitu lama.”

Kontribusi mereka membuat Persebaya Surabaya tampil stabil dan penuh karakter musim lalu. Green Force menutup musim di posisi empat besar, prestasi penting setelah beberapa musim tidak konsisten.

Namun, kejutan datang ketika Paul Munster memutuskan hengkang setelah musim berakhir. Ia bahkan mengajak Slavko bergabung ke Bhayangkara FC di musim berikutnya.

Kepindahan itu meninggalkan lubang besar di struktur proyek Balkan. Meski demikian, manajemen tetap melanjutkannya ketika Eduardo Pérez mengambil alih kursi pelatih.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore