TURUT DIAUDIT: Stadion Brawijaya, Kediri, tempat Persik Kediri bermain. (WAHYU/JAWA POS RADAR KEDIRI)
JawaPos.com – Panpel Persik Kediri sempat khawatir. Sebab, laga home melawan Persis Solo (27/12) sempat tidak mendapat izin keramaian. Bahkan, pihak keamanan dikabarkan sempat meminta panpel untuk mencari venue baru.
“Pihak keamanan mengacu pada laga Persis melawan Madura United. Di situ sempat ada bentrok. Mereka khawatir hal serupa terjadi di Kediri,” kata Ketua Panpel Persik Tri Widodo kepada Jawa Pos.
Supporter Persis memang sempat terlibat bentrok ketika away ke Pamekasan pada 9 Agustus lalu. Akibatnya, bus supporter Persis sampai mengalami kerusakan. Alasan itu membuat Widodo kebingungan. Dia kemudian menemui Kapolres Kota Kediri secara langsung.
“Dalam kesempatan itu saya sampaikan bahwa tidak ada riwayat supporter Kediri bentrok dengan Solo. Pak Kapolres oke, kemudian memberi izin,” ungkap Widodo. Karena itu, Widodo mengaku sangat lega. “Jadi, laga home melawan Persis Solo sudah pasti akan tetap dilaksanakan di Stadion Brawijaya,” tegas Widodo.
Dia memastikan laga berjalan lancar. “Karena sesuai regulasi, kami melarang supporter lawan untuk melakukan away,” tambahnya.
Musim ini, Persik sejatinya sudah menjalani lima laga home. Namun, hanya tiga kali mereka bermain di Stadion Brawijaya. Yakni ketika menjamu Malut United (12/9), PSM Makassar (25/10), dan Semen Padang (27/11).
Sementara dua laga home lainnya digelar di venue yang sama, Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Itu terjadi ketika Persik melawan Madura United (16/8) dan Persebaya Surabaya (7/11). Tapi, Persik tidak pernah menang ketika menjalani laga “usiran”. Mereka kalah 2-1 dari Madura United dan imbang 1-1 kontra Persebaya.
Sementara itu, ketika bermain di Kediri, Macan Putih belum pernah kalah. Mereka meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Karena itu, Persik sejatinya sangat berharap duel melawan Persis bisa digelar di Stadion Brawijaya.
