
Koneksi Brasil diprediksi jadi tumpuan Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Beda lokomotif, beda gerbong menjadi gambaran paling pas untuk membaca arah baru Persebaya Surabaya di bawah kendali Bernardo Tavares. Datang menggantikan era sebelumnya, Tavares diprediksi menggeser orientasi perekrutan pemain dari Balkan menuju Amerika Latin.
Kedatangan Bernardo Tavares ke Surabaya tak berdiri sendiri karena ia langsung disertai asisten pelatih kepercayaannya, Renato Duarte. Sejak momen itu, aroma Amerika Latin mulai tercium kuat di ruang ganti Persebaya Surabaya.
Sinyal paling nyata terlihat dari kabar dua pemain asal Brasil yang segera merapat pada paruh musim Super League Indonesia 2025/2026.
Informasi tersebut pertama kali disampaikan akun @transfernews__ft yang menyebut Jefferson Silva dan Bruno Paraíba bakal berseragam hijau.
“BREAKING NEWS 2 Pemain Asing Asal Brazil, Jefferson Silva (LB/29) Dan Bruno Paraíba (CMF/31), akan berseragam Persebaya Surabaya foot, Pada Paruh Musim BRI Super League Indonesia 2025/26. Jefferson Silva Sebelumnya bermain untuk Operário-PR Brazil (2tier). Sedangkan Bruno Paraíba sebelumnya bermain untuk Cheonan City Korea (2tier). OFFICIAL SEGERA,” tulis @transfernews__ft.
Jefferson Silva berposisi sebagai bek kiri dan kini berusia 29 tahun dengan pengalaman terakhir bersama Operário-PR Brasil kasta kedua.
Sementara itu, Bruno Paraíba berusia 31 tahun dan berposisi sebagai gelandang tengah setelah bermain untuk Cheonan City di Korea Selatan.
Kabar ini menegaskan pergeseran arah Persebaya Surabaya jika dibandingkan era Paul Munster yang identik dengan gerbong Eropa Timur.
Saat itu, koneksi Balkan menjadi jalur utama masuknya pemain asing ke dalam skuad Green Force.
Nama-nama seperti Milos Raickovic dan Mihailo Perovic dari Montenegro sempat menjadi tulang punggung di lini tengah dan depan.
Dari Makedonia Utara, Dime Dimov dan Risto Mitrevski hadir mengawal pertahanan, sementara Dejan Tumbas datang dari Serbia.
Namun dinamika skuad Persebaya Surabaya tak pernah benar-benar menutup pintu Amerika Latin sejak beberapa musim terakhir. Sejumlah pemain dari kawasan tersebut sudah lebih dulu memberi warna dalam permainan tim.
Bruno Moreira menjadi contoh paling sukses dari Brasil dengan kontribusi signifikan di sektor sayap kiri. Selain itu, ada Leo Lelis di jantung pertahanan serta Diego Maurício yang mengisi lini serang dengan karakter eksplosif.
Dari Meksiko, Francisco Rivera turut memperkaya variasi permainan sebagai gelandang serang. Kehadiran mereka menjadi fondasi kuat bagi Tavares untuk melanjutkan dan memperdalam koneksi Amerika Latin.
Kabar masuknya Jefferson Silva dan Bruno Paraíba dinilai sebagai penguatan yang relevan dengan filosofi permainan Tavares. Keduanya menawarkan pengalaman, kedewasaan bermain, serta pemahaman taktik yang matang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
