Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 15.29 WIB

Kairul Anwar Buka Suara! PLT PSSI Provinsi Jatim Pastikan Usut Tuntas Tendangan Horor Putra Jaya Pasuruan vs Perseta 1970

Muhammad Hilmi (nomor 23) dari Putra Jaya yang melakukan tendangan horor. (Putra Jaya) - Image

Muhammad Hilmi (nomor 23) dari Putra Jaya yang melakukan tendangan horor. (Putra Jaya)

JawaPos.com — Kairul Anwar buka suara terkait insiden tendangan horor yang terjadi dalam laga Liga 4 PSSI Jawa Timur antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. PLT PSSI Provinsi Jatim itu menegaskan pihaknya memastikan kasus tersebut diusut tuntas melalui mekanisme resmi dan segera disidangkan oleh komisi disiplin.

Insiden serius ini terjadi saat pertandingan grup CC putaran 32 besar Liga 4 PSSI Jatim yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) pukul 13.00 WIB.

Laga yang mempertemukan Putra Jaya dengan jersey kuning dan Perseta dengan jersey hijau itu sempat berlangsung normal sebelum akhirnya diwarnai kejadian brutal di lapangan.

Dari video live streaming di kanal YouTube PSSI Jawa Timur, momen mengerikan tersebut bermula ketika Firman Nugraha, pemain Perseta 1970, berusaha merebut bola dari lawan.

Secara tiba-tiba, Muhammad Hilmi dari Putra Jaya justru melepaskan tendangan keras yang mengarah langsung ke dada Firman.

Benturan keras itu membuat Firman langsung terjatuh dan terkapar di atas lapangan dalam kondisi mengkhawatirkan.

Tim medis segera masuk ke lapangan dan pemain Perseta itu harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Wasit yang berada dekat dengan kejadian tersebut tidak ragu mengambil keputusan tegas dengan mencabut kartu merah langsung.

Muhammad Hilmi yang mengenakan nomor punggung 23 pun diusir dari lapangan akibat tindakan yang dinilai sangat membahayakan keselamatan lawan.

Situasi sempat memanas setelah insiden tersebut terjadi di tengah pertandingan.

Sejumlah pemain Perseta yang tak terima dengan tindakan brutal itu sempat mengejar Hilmi hingga akhirnya ditenangkan oleh rekan setimnya dan diminta segera keluar lapangan untuk menghindari bentrokan fisik.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik sepak bola Jawa Timur, terutama karena terjadi di kompetisi resmi PSSI.

Video insiden tersebut dengan cepat menyebar dan menuai kecaman dari warganet yang menilai tindakan itu jauh dari nilai sportivitas.

Menanggapi insiden tersebut, Kairul Anwar selaku PLT PSSI Provinsi Jatim sekaligus anggota Exco PSSI menegaskan sikap organisasi.

Ia memastikan langkah cepat langsung diambil untuk memproses kasus tersebut melalui jalur disiplin yang berlaku.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore