Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2026, 21.08 WIB

Mantan Persebaya Surabaya Siap Bantu Persis Solo Lolos Degradasi! Strategi Senyap Laskar Sambernyawa

Yahya Alkatiri siap bantu Persis Solo lolos dari zona degradasi Super League 2025-2026. (Jawa Pos) - Image

Yahya Alkatiri siap bantu Persis Solo lolos dari zona degradasi Super League 2025-2026. (Jawa Pos)

JawaPos.com — Mantan Persebaya Surabaya siap bantu Persis Solo lolos degradasi menjadi cerita menarik di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/2026. Sosok itu adalah Yahya Alkatiri, figur berpengalaman yang dikenal tenang, pekerja senyap, dan sarat strategi di balik layar.

Kehadiran Yahya Alkatiri bersama Persis Solo memunculkan optimisme baru bagi Laskar Sambernyawa yang sedang terjebak di zona merah.

Pengalamannya menghadapi situasi krisis dinilai menjadi modal penting untuk menyelamatkan Persis dari ancaman turun kasta.

Kabar bergabungnya Yahya Alkatiri mencuat melalui unggahan akun Facebook Galeri Sepakbola Indonesia Online - GSIO pada Sabtu (10/1/2026).

Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional, terutama pendukung Persis Solo dan Persebaya Surabaya.

Dalam unggahan itu disebutkan Yahya Alkatiri bakal mengisi posisi strategis di tubuh Persis Solo. Ia dikabarkan akan menjabat sebagai Direktur Olahraga untuk membantu pembenahan tim secara menyeluruh.

Namun jika merujuk data Transfermarkt.com, posisi Yahya Alkatiri di Persis Solo tercatat sebagai manajer tim. Perbedaan informasi itu tidak mengurangi makna kehadirannya yang tetap vital dalam menentukan arah kebijakan klub.

"GSIO SUPER LEAGUE. Mantan manajer Persebaya Yahya Alkatiri melanjutkan perjalanannya di Liga Indonesia dengan bergabung Persis Solo. Yahya kabarnya bakal menduduki posisi Direktur Olahraga," tulis Galeri Sepakbola Indonesia Online - GSIO.

“Kehadiran Yahya di Persis Solo tentu penuh tantangan. Sebab prestasi klub ini sedang terpuruk. Ada di zona degradasi. Tapi tantangan seperti ini bukan hal baru buat Yahya.”

“Sebelum ditunjuk sebagai manajer Persebaya, Yahya sempat mendapatkan tantangan serupa di Persik Kediri.”

“Saat itu Persik Kediri juga sedang terjerembab di zona degradasi sebelum akhirnya bisa selamat.”

“Mampukah beliau mengulangi hal yang sama bersama Persis Solo?.”

Kondisi Persis Solo saat ini memang jauh dari kata ideal dan membutuhkan sentuhan manajerial yang tepat. Stabilitas ruang ganti, evaluasi performa, serta pengambilan keputusan cepat menjadi pekerjaan rumah utama.

Rekam jejak Yahya Alkatiri menunjukkan kemampuannya menghadapi tekanan situasi sulit. Pengalaman serupa saat menangani Persik Kediri menjadi referensi kuat keberhasilan strategi senyap yang biasa ia terapkan.

Saat bergabung dengan Persik Kediri pada 2021, kondisi klub juga berada di zona degradasi. Dalam waktu relatif singkat, Persik mampu bangkit dan mengamankan posisi bertahan di kasta tertinggi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore