Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Februari 2026, 17.54 WIB

Imbangi Persebaya Surabaya dengan 10 Orang, Pelatih Dewa United Anggap Pemain Lulus Ujian Mental!

Pesepak bola Dewa United Alta Ballah (tengah) melakukan selebrasi usai bermain imbang melawan Persebaya di Stadion GBT Surabaya, Minggu (1/2) malam. (Rizal Hanafi/Antara) - Image

Pesepak bola Dewa United Alta Ballah (tengah) melakukan selebrasi usai bermain imbang melawan Persebaya di Stadion GBT Surabaya, Minggu (1/2) malam. (Rizal Hanafi/Antara)

‎JawaPos.com–Dewa United memang hanya meraih satu poin saat bertandang ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya menghadapi Persebaya. Namun, tambahan satu poin itu benar-benar mereka syukuri.‎

‎Hal itu lantaran Dewa United harus bermain dengan sepuluh orang. Nick Kuipers dikartu merah sejak pertengahan babak pertama. Praktis, selama sisa laga yang panjang, kekuatan mereka timpang.

‎‎Namun, kemampuan para pemain Banten Warrior dalam menahan gempuran Persebaya yang unggul jumlah pemain justru menjadi bukti bahwa para pemain Dewa telah lulus ujian mental.

”Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” kata pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink seperti dikutip dari Antara.

‎Kalah jumlah pemain tidak membuat Jan Olde panik. Dia melakukan penyesuaian taktik dengan mengubah garis pertahanan lebih dalam untuk meredam serangan Persebaya pada babak kedua.

‎‎Lalu agar semakin rapat, dia meminta lini belakang Dewa United bermain lebih rapat dan menutup ruang di area pertahanan sendiri. ”Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya,” imbuh Jan Olde Riekerink.

‎Meski cenderung bertahan, secara statistik yang dikutip dari akun Instagram Liga 1 Match, Dewa United masih unggul dalam hal penguasaan bola. Yakni 57 persen berbanding 43 persen.‎

‎Selain itu, taktik bertahan Jan Olde terbukti ampuh. Mereka juga mampu meredam serangan Persebaya dan memaksa tuan rumah hanya mampu melepaskan dua shoot on goal sepanjang laga!

‎Atas keberhasilan mencuri satu poin ini, pelatih asal Belanda ini menilai mentalitas timnya seperti musim lalu telah kembali dan bisa membangun konsistensi serta disiplin dalam jangka panjang. Hal tersebut penting karena bisa menjadi modal bagi Banten Warrior untuk bisa kembali bersaing di papan atas dalam sisa laga di putaran kedua Super League.

”Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya,” ucap Jan Olde Riekerink.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore