
Johnny Jansen (kiri) siapkan balas dendam Bali United lawan Persebaya Surabaya. (Bali United)
JawaPos.com — Johnny Jansen kembali mengingat salah satu memori terburuknya sejak menapakkan kaki di sepak bola Indonesia saat Bali United bersiap menjamu Persebaya Surabaya. Kekalahan telak 5-2 di pertemuan pertama musim ini menjadi luka lama yang kini ingin ditebus Serdadu Tridatu di kandang sendiri.
Bali United akan membuka pekan ke-20 Super League 2025/26 dengan menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu malam (7/2/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Laga ini menjadi pertemuan kedua kedua tim musim ini dengan tensi emosional yang jauh lebih tinggi.
Duel tersebut juga akan mempertemukan dua pelatih kepala anyar dalam pertandingan perdana mereka sebagai juru taktik di laga Bali United kontra Persebaya Surabaya.
Johnny Jansen di kubu tuan rumah bakal beradu strategi dengan Bernardo Tavares yang kini menakhodai Green Force.
Pada perjumpaan pertama di Gelora Bung Tomo, Bali United harus menelan kekalahan pahit dengan skor mencolok 5-2.
Saat itu, Persebaya Surabaya masih dilatih Eduardo Perez sementara Johnny Jansen baru memulai petualangan awalnya di Liga Indonesia.
Kekalahan tersebut menjadi catatan penting bagi pelatih asal Belanda itu dalam memahami karakter sepak bola nasional. Pengalaman pahit di Surabaya kini menjadi bahan refleksi jelang laga krusial di Gianyar.
Johnny Jansen menyadari betul Persebaya Surabaya tetaplah lawan yang berbahaya meski telah berganti pelatih. Menurutnya, perubahan di kursi kepelatihan tidak serta-merta mengubah kualitas dan karakter permainan tim.
"Mereka tim yang bagus, memanfaatkan serangan balik cepat dan penguasaan bola yang baik. Pertemuan pertama lalu kami kalah 5-2 di sana (Surabaya) dan tentu laga besok juga tidak mudah," ujar Johnny Jansen.
Pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan Bali United harus tampil dengan perlawanan maksimal demi meraih hasil positif. Bermain di kandang sendiri menjadi momentum penting untuk menunjukkan perkembangan timnya.
"Kami harus memberikan perlawanan maksimal untuk hasil yang positif besok malam," lanjut Coach Johnny dengan nada optimistis. Dukungan suporter di Dipta diharapkan mampu memberi energi tambahan bagi para pemain.
Bali United datang ke laga ini dengan modal performa yang cukup meyakinkan dalam beberapa pekan terakhir. Serdadu Tridatu mencatat tujuh laga tanpa kekalahan dan enam pertandingan beruntun tanpa kebobolan.
Catatan tersebut menjadi sinyal kuat adanya peningkatan signifikan di sektor pertahanan Bali United. Stabilitas permainan perlahan terbentuk seiring adaptasi pemain terhadap filosofi Johnny Jansen.
Konsistensi di lini belakang menjadi salah satu fokus utama jelang menghadapi Persebaya Surabaya. Serangan balik cepat Green Force dinilai bisa menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi dengan disiplin tinggi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
