Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Februari 2026, 14.43 WIB

Johnny Jansen Akui Kesaktian Bernardo Tavares! Bali United Tumbang di Kandang Sendiri dari Persebaya Surabaya

Bali United harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya di Gianyar. (Bali United) - Image

Bali United harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya di Gianyar. (Bali United)

JawaPos.com–Johnny Jansen akhirnya angkat topi pada sentuhan magis Bernardo Tavares setelah Persebaya Surabaya sukses menaklukkan Bali United dengan skor 3-1. Kekalahan itu terasa menyakitkan karena terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada pekan ke-20 Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya datang sebagai tamu, namun tampil jauh lebih efektif dan disiplin sepanjang pertandingan. Bali United justru kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal hingga laga berakhir.

Tiga gol Persebaya Surabaya lahir lewat penyelesaian Mihailo Perovic pada menit ke-26, disusul Alfan Suaib di menit ke-69, serta Risto Mitrevski empat menit berselang. Bali United baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-88 melalui sepakan Jordy Bruijn.

Hasil akhir 1-3 menegaskan dominasi Persebaya Surabaya yang mampu memaksimalkan setiap peluang berbahaya. Strategi Bernardo Tavares terbukti efektif dalam meredam kekuatan utama Serdadu Tridatu.

Johnny Jansen tak menutupi rasa kecewanya usai laga tersebut. Pelatih asal Belanda itu mengakui timnya sudah menyiapkan rencana, namun Persebaya Surabaya tampil lebih siap secara taktik.

”Kami sangat kecewa dengan hasil ini dimana kami sudah punya rencana untuk laga kali ini. Hanya saja yang kami hadapi adalah Persebaya yang mampu meredam upaya serangan kami,” ungkap Johnny.

Bali United berusaha menekan dan mencari celah sejak tertinggal lebih dulu. Namun organisasi pertahanan Persebaya Surabaya membuat upaya tersebut berulang kali mentah sebelum masuk area berbahaya.

”Kami sudah berupaya untuk membuka peluang mencetak gol hanya saja masih ada kesulitan. Sekali lagi, kami kecewa terkait hasil ini,” lanjut dia dengan nada tegas.

Kesaktian Bernardo Tavares terlihat dari bagaimana Persebaya Surabaya mampu menjaga tempo permainan. Tim asal Surabaya itu tak hanya bertahan, tetapi juga cerdas dalam memanfaatkan transisi menyerang.

Gol kedua dan ketiga Persebaya Surabaya menjadi pukulan telak bagi Bali United. Dalam rentang waktu singkat, fokus lini belakang tuan rumah runtuh dan sulit kembali bangkit.

Gol Jordy Bruijn di menit-menit akhir sekadar menjadi hiburan bagi publik Dipta. Secara permainan dan efektivitas, Bali United tetap kalah kelas pada laga ini.

Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Bali United. Dalam tiga laga terakhir, Serdadu Tridatu belum meraih kemenangan dan sudah kebobolan total sembilan gol.

Catatan itu jelas mengkhawatirkan bagi tim yang dikenal solid dalam bertahan. Johnny Jansen menyadari ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.

”Ada beberapa hal yang perlu kami evaluasi yaitu final pass untuk eksekusi menjadi gol,” ujar Johnny.

Dia menilai peluang yang tercipta belum diakhiri dengan keputusan terbaik. Selain lini serang, perhatian khusus juga diarahkan ke sektor pertahanan. Kebobolan terlalu mudah menjadi masalah yang tak bisa lagi ditoleransi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore