
Wonderkid Persebaya Alfan Suaib merayakan golnya ke gawang Bali United. (IG Persebaya)
JawaPos.com–Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares tetap memberi kesempatan bagi para pemain muda jebolan akademi Green Force untuk menjajal kerasnya persaingan di Super League. Beberapa pemain muda jebolan akademi Persebaya yang dimainkan di era Bernardo Tavares.
Di antaranya Dimas Wicaksono, Sadida Nugraha, dan Alfan Suaib. Satu pemain yang saat ini sedang mencuat namanya adalah Alfan Suaib. Dia sukses mencetak salah satu gol kemenangan Persebaya atas tuan rumah Bali United Sabtu (7/2).
Dia pun dijadikan role model atau contoh teladan bagi para pemain akademi lain oleh Coach Bernardo Tavares. Bagi sang pelatih, pemain akademi Persebaya perlu mencontoh etos kerja Alfan Suaib.
”Pesan untuk pemain akademi, contohlah Alfan Suaib ini. Dia sebelum-sebelumnya jarang dimainkan, dan dalam laga ini, dia bermain serta mencetak gol. Jadi percayalah pada impianmu. Berjuanglah, dan ketika kamu dapat kesempatan bermain, bekerja keraslah, maka kalian bisa seperti Alfan (mencetak gol),” ujar Tavares seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.
Alfan memang baru dimainkan di era Tavares saat menghadapi Bali United Sabtu (7/2). Sebelumnya, dia sempat masuk skuad cadangan, namun belum dimainkan.
Momen spesial Alfan pada duel ini terjadi pada menit ke-69. Sebuah umpan silang akurat dari Francisco Rivera ke dalam kotak penalti dan Alfan mampu mengkonversi umpan tersebut menjadi gol.
Sebagai pemain muda yang baru mencetak gol debut, hal itu sangatlah special. Tak heran jika dia mempersembahkan gol tersebut untuk orang tuanya.
”Alhamdulillah saya bisa mencetak gol di pertandingan hari ini. Terima kasih kepada pelatih yang sudah memberi saya kesempatan. Gol ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan seluruh Bonek dan Bonita,” kata Alfan seperti dikutip dari laman resmi klub.
Secara keseluruhan, Alfan tampil relatif baik pada pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta itu. Mengutip dari Sofascore, dia mencatatkan satu shoot on target dan menghasilkan satu gol. Dia pun mendapat rating 7,1.
Pemain berusia 21 tahun itu juga mencatatkan satu umpan kunci, persentase passing akurat 83 persen, akurasi passing di area lawan 80 persen, dan akurasi passing di area sendiri mencapai 100 persen.
Bermain selama sekitar 44 menit di babak kedua, ia juga cukup aktif membantu pertahanan, antara lain tercatat memenangkan dua kali duel darat, dan sekali memenangkan duel udara.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
