
Komdis PSSI menemukan bukti yang cukup bahwa terdapat sekelompok orang yang menyalakan kembang api dalam jarak 150 meter dari area Hotel tempat Persis Solo. (Dok. PSIM Yogyakarta)
JawaPos.com - PSIM Yogyakarta kembali menerima kabar tak sedap buntut Derby Mataram pada awal bulan. Laskar Mataram kali ini mendapatkan 'surat cinta' dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat adanya oknum suporternya yang menyalakan petasan di sekitar hotel tim tamu jelang laga melawan Persis Solo.
Informasi ini disampaikan langsung oleh PSIM melalui keterangan resmi klub pada Sabtu (14/2). Hukuman itu tertuang dalam Surat Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 146/L1/SK/KD-PSSI/II/2026 tertanggal 10 Februari 2026.
"Dalam surat tersebut, Panpel PSIM Jogja dinyatakan gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan terkait rangkaian pertandingan melawan Persis Solo yang digelar pada 6 Februari 2026 lalu," tulis pernyataan resmi klub.
Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum yang tercantum dalam surat keputusan, pelanggaran disiplin terjadi bukan pada saat 90 menit pertandingan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, melainkan sehari sebelum pertandingan.
"Komdis PSSI menemukan bukti yang cukup bahwa terdapat sekelompok orang yang menyalakan kembang api dalam jarak 150 meter dari area Hotel New Saphir, tempat tim tamu Persis Solo menginap. Aksi ini dinilai mengganggu ketertiban umum dan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025," ungkap PSIM.
Merujuk pada Pasal 68 huruf c jo Pasal 69 ayat (1) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Komdis PSSI resmi menjatuhkan sanksi denda kepada Panpel PSIM Jogja sebesar Rp40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah). Keputusan itu bersifat mutlak dan tidak dapat diajukan banding sesuai dengan Pasal 117 Kode Disiplin PSSI.
"Manajemen PSIM Jogja menyayangkan kejadian ini. Selain merugikan klub secara finansial, tindakan di luar arena pertandingan yang mengganggu ketertiban umum dapat mencoreng nama baik tim dan berpotensi menghadirkan sanksi yang lebih berat di masa depan jika terjadi pengulangan," pesan resmi PSIM.
Lebih lanjut, panitia pelaksana pertandingan PSIM Yogyakarta juga mengingatkan kepada seluruh elemen suporter untuk senantiasa menjaga kondusivitas, baik di dalam maupun di luar stadion, serta menghormati tim tamu demi terciptanya iklim kompetisi yang sehat dan aman.
Hukuman Komdis PSSI ini menambah cerita tak sedap dari Derby Mataram yang digelar pada 6 Februari 2026. Laga PSIM vs Persis pekan lalu memang berlangsung dan berakhir dengan tak menyenangkan di luar lapangan.
Setelah laga yang berakhir 0-0 itu tuntas, terdapat keributan antara dua kelompok suporter di luar stadion. Kericuhan tersebut juga berdampak langsung pada aktivitas warga. Arus lalu lintas sempat terganggu, terutama bagi para pekerja yang hendak masuk dan keluar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
