Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 November 2025, 00.40 WIB

DYA Padel Tournament Diikuti 68 Peserta, Pramono Anung: Hype-nya Luar Biasa

DYA Padel Tournament diikuti berbagai komunitas. (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos) - Image

DYA Padel Tournament diikuti berbagai komunitas. (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos)

JawaPos.com-Turnamen padel bertajuk DYA Padel Tournament untuk pertama kali digelar di Mr Padel, Jakarta Selatan, pada 1 November 2025. Ajang ini diikuti 68 peserta dari berbagai komunitas padel di Jakarta dan sekitarnya.

Ketua penyelenggara DYA Padel Tournament Lidya Praditta mengatakan, turnamen ini merupakan inisiatif dari komunitas padel. Yakni DYA Community.

“Ini first time turnamen saya. DYA itu nama saya. Separuh peserta dari komunitas saya. Separuh lagi dari teman-teman yang biasa ikut turnamen,” kata Lidya saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (1/11).

Menurut Lidya, antusiasme peserta sangat tinggi. Dua hari setelah poster diumumkan, seluruh slot langsung terisi.

“Begitu poster keluar, dua hari langsung full. Waiting list-nya sampai ratusan orang,” ujar Lidya Praditta.

Turnamen kali ini hanya membuka satu kategori Mix double. Lidya berencana menambah kategori pada turnamen berikutnya.

“Rencananya, Januari atau Februari nanti saya buka turnamen lagi di beberapa kategori,” beber Lidya Praditta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi antusiasme komunitas padel di Jakarta.

“Saya tahu sekarang ini padel benar-benar hype-nya luar biasa. Seluruh komunitas kalau belum menyentuh raket padel itu belum menjadi anak Jakarta, terutama anak Jakarta Selatan,” ujar Pramono.

Dia menilai turnamen seperti ini memiliki potensi sosial dan ekonomi yang besar.

“Saya surprise melihat lokasinya seperti ini. Saya yakin turnamen ini akan memperkuat komunitas padel di Jakarta. Dan, semoga ini bukan sekadar tempat kumpul main padel. Yang paling penting, komunitas seperti ini harus membantu menghidupkan UMKM di sekitar. Itu akan memberikan dampak positif,” tutur Pramono.

Lidya menyebut olahraga padel kini makin diminati masyarakat. “Lapangan sekarang rebutan. Antusiasmenya tinggi banget,” ujarnya.

Menanggapi kabar bahwa di beberapa negara, seperti Swedia, sejumlah lapangan padel mulai tutup karena penurunan minat, Lidya mengaku tidak khawatir.

“Di Indonesia hype-nya sempat turun. Tapi sekarang ramai lagi. Sebab, padel ini olahraga sosial,” ungkap Lidya.

Dia optimistis olahraga padel akan bertahan lama di Indonesia. “Sekarang anak-anak kecil sudah mulai private padel. Kalau diteruskan, bagus banget untuk regenerasi atlet,” ujarnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore