
Adnan/Indah berhasil mencetak sejarah baru usai juara Thailand Masters 2026. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky, angkat bicara mengenai polemik tak terdaftarnya Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dalam Asian Games 2026. Ia memberikan penjelasan secara lengkap dan detail alasan balik keputusan tersebut.
Adnan/Indah tengah jadi sorotan karena ketiadaan nama mereka dalam daftar wakil Indonesia yang ikut All England 2026. Sektor ganda campuran hanya mengirimkan dua pasangan untuk beraksi di turnamen yang digelar di Birmingham Arena, Inggris, pada 3-8 Maret mendatang.
Dua pasangan yang dimaksud adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Padahal, duet Adnan/Indah seharusnya bisa ikut serta karena memenuhi syarat.
Pasalnya, Adnan/Indah menempati urutan ke-24 dunia dalam ranking per 20 Januari 2026, yang dijadikan patokan untuk mendaftar ke turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Artinya, secara aturan mereka bisa tampil mengingat ajang level tersebut diikuti oleh 32 besar dunia.
Ketiadaan Adnan/Indah semakin jadi sorotan karena mereka tampil ciamik di Thailand Masters 2026. Duet Merah Putih itu keluar sebagai juara, sementara Amri/Nita hanya menjadi semifinalis.
Rionny Mainaky sebagai pelatih ganda campuran utama Pelatnas PBSI, sekaligus penentu atlet berangkat turnamen atau tidak, buka suara.
"Untuk All England itu sudah dudaftarkan sejak sebelum Thailand (Masters). All England kan (mau turunkan) dua pasang. Rangking teratas. Terus kita juga ada beberapa kejuaraan," kata Rionny di Pelatnas PBSI, Kamis (12/2).
Karena terlalu banyak, kata Rionny, PBSI memutuskan membagi dalam dua kelompok, berdasarkan ranking BWF. Saat pendaftaran All England 2026 dibuka, Jafar/Felisha yang tertinggi dengan menempati sembilan dunia, dan Amri/Nita di urutan 18 dunia. Mereka dikirim ke All England dan Swiss Open 2026 (10-15 Maret).
Sementara kelompok satu lagi adalah Adnan/Indah dan Dejan Ferdinansyah/Bernadine. Mereka turun di Swiss Open 2026 (10-15 Maret) dan Orleans Masters 2026 (17-22 Maret).
"Karena terlalu banyak (kalau semua pasangan ikut semua pertandingan), kita bagi jadi dua. Memang udah dibagi begitu, dan menurut ranking kan seperti itu," kata Rionny.
"Dan setelah daftar itu, baru kita berangkat ke, kemarin di Thailand, dan dia (Adnan/Indah) juara kan. Tahun ini yang kita bagi di mana yang berpeluang, ya berarti memang gengsinya lebih tinggi All England kan," tambahnya.
Rionny menjelaskan bahwa keputusan pembagian itu dilakukan karena fokus PBSI adalah prestasi, bukan lagi sekadar mengirim atlet. Sehingga pengiriman atlet diambil berdasarkan kemampuan dan potensi mendapatkan gelar juara.
"(Turnamennya) saya bagi aja, karena tahun ini kan kita targetnya (nyari prestasi). Harus kita push benar-benar terus dengan catatan, nah hasilnya udah bagus ini udah," jelas dia.
"Tahun kemarin kita sebanyak-banyak yang minta (ikut turnamen), dari bawah udah naik ke atas sekarang. Tinggal sekarang kita prestasi cari juara, baru masuk race Olympic, dan kita targetkan itu," ucap Rionny menambahkan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
