
Lokasi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo diberi garis polisi. Pihak ponpes menyiapkan asrama darurat untuk santri putra berupa tenda. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pascatragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo yang mengakibatkan lebih dari 60 orang meninggal, kegiatan belajar mengajar santri diliburkan sementara waktu.
sembari menanti proses investigasi aparat kepolisian, pihak Pondok Pesantren Al Khoziny memutuskan untuk menyiapkan tempat pengganti sebagai asrama santri putra, mengingat bangunan di sekitar lokasi kejadian harus disterilkan.
"Nampaknya kita tunggu investigasi dulu. Baru nanti kalau memang sudah ada rekomendasi untuk kita tempati ya kita tempati," tutur Alumnus Pondok Pesantren Al Khoziny KH M Zainal Abidin, Rabu (8/10).
Zainal mengatakan bahwa Pondok Pesantren Al Khoziny telah menyiapkan ruangan di bagian timur kompleks pesantren. Ruangan itu rencananya difungsikan sementara sebagai asrama santri putra.
"Kita sudah siapkan ruang yang ada di sebelah timur, itu saja halamannya cukup luas. Mungkin kita buat tenda-tenda, sehingga untuk sementara bisa digunakan untuk menginap para santri," imbuhnya.
Sebab, pasca insiden tragis itu, masih banyak santri Ponpes Al Khoziny yang memilih tetap tinggal. Mereka ikut membantu proses evakuasi korban. Bahkan ada yang sukarela menyediakan makan bagi keluarga korban.
"Jadi (ruangan di sisi timur) bisa digunakan untuk menginap para santri yang hari ini masih ada yang menetap di sini, mengawal, membantu proses-proses yang sedang berlangsung," lanjut Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, hingga hari ini, Rabu (8/10), 34 di antaranya berhasil teridentifikasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
