
Proses serah terima jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny yang berhasil diidentifikasi ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 6 jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Rabu (8/10).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan 6 korban yang berhasil diidentifikasi berasal dari 6 kantong jenazah dengan tubuh lengkap.
"Pada hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025, tim DVI Polda Jatim berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 6 kantong jenazah yang terdiri dari 6 jenazah, cocok dengan ante mortem," tutur Kombes Pol Khusnan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Rabu (8/10).
1. Abdus Somad, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Kamarong, Banjar, Kedungdung, Sampang. Teridentifikasi melalui medis dan properti (barang kepemilikan).
2. Imam Junaidi, laki-laki, 16 tahun, warga Kampung Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan. Teridentifikasi melalui medis dan properti (barang kepemilikan).
3. Mohammad Fajri Ali, laki-laki, 14 tahun, warga Kalimas Baru, Tanjung Perak, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Teridentifikasi melalui medis dan properti (barang kepemilikan).
4. Muhammad Nasi Hudin, laki-laki, 15 tahun, warga SP TB. Riding Panjang, Belinyu, Bangka Belitung. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
5. Achmad Suwaifi, laki-laki, 15 tahun, warga alamat Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
6. Mochammad Haikal Ridwan, laki-laki, 14 tahun, warga Dusun Barat Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
"Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 40 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima Tim DVI Polda Jawa Timur di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya," imbuhnya.
Khusnan memastikan bahwa saat ini proses operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman ante mortem dan post mortem. Pihaknya berupaya untuk segera mengidentifikasi jenazah lainnya.
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 40 berhasil teridentifikasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
