
Petugas membawa jenazah korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
Jawapos.com - Tim Disaster Victim Identifiction (DVI) Polda Jatim kembali mengumumkan update hasil identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (10/10).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 2 korban berhasil teridentifikasi dari 2 kantong jenazah dan 1 body part.
"Hari ini, Kamis, 9 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 3 kantong jenazah, yang match dengan delapan nomor AM (ante morterm)," tuturnya, Kamis (9/10).
Namun, 1 kantong jenazah berisi body part, lanjut Kombes Pol Khusnan, teridentifikasi milik Mochammad Haikal Ridwan. Santri 14 tahun asal Bangkalan, Madura yang berhasil diidentifikasi DVI pada Rabu (8/10).
Berikut dua jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi pada Jumat (10/10):
1. Moh Alfin Mutawakkilalallah, laki-laki, 17 tahun, warga Desa Lomaer, Blega, Bangkalan. Teridentifikasi melalui gigi dan medis.
2. Muhammad Iklil Ibrohim Al Aqil, laki-laki, 15 tahun, warga Dusun Tegal Gebang, RT 2/ RW 21, Sukorejo, Bangsalsari, Jember. Teridentifikasi melalui gigi dan medis.
"Kemudian secara DNA, ditemukan satu body part yang ternyata cocok dengan DNA dan medis Mochammad Haikal Ridwan. Ini bukan identitas baru, sebab jenazah sudah diserahkan ke keluarga pada Rabu (8/10)," terang Khusnan.
Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 50 korban dari 67 kantong jenazah Yang diterima. Saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor AM dan PM," pungkas Khusnan.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
