Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 02.02 WIB

Bawaslu Kota Surabaya Perkuat Kelembagaan di Masa Non Tahap Pemilu

Bawaslu Kota Surabaya perkuat kelembagaan di masa non tahap Pemilu sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. (Bawaslu Surabaya untuk Jawa Pos) - Image

Bawaslu Kota Surabaya perkuat kelembagaan di masa non tahap Pemilu sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. (Bawaslu Surabaya untuk Jawa Pos)

JawaPos.com-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya memperkuat kelembagaan di masa non tahapan Pemilihan Umum (Pemilu).

Novli Bernado Thyssen, Ketua Bawaslu Kota Surabaya mengatakan, langkah itu merupakan bentuk pertanggungjawaban publik atas kerja lembaga selama masa non tahap.

"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat terkait eksistensi Bawaslu di tengah non tahap, apa yang sedang dan akan dilakukan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik sebagai lembaga pengawas pemilu," terang Novli Bernado Thyssen. 

Novli menyebut penguatan kelembagaan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkokoh konsolidasi demokrasi di Kota Surabaya. Oleh karena itu, Bawaslu juga melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, mulai dari perwakilan partai politik, lembaga swadaya masyarakat, praktisi hukum, penyelenggara adhoc pada pemilu sebelumnya, hingga perwakilan badan eksekutif mahasiswa.

"Kami menyampaikan hasil-hasil yang sudah kita kerjakan bersama, terutama dalam satu tahun terakhir, setelah pemilihan kepala daerah terakhir sampai menjelang tahapan berikutnya yang sudah ditetapkan, tahapan pilkada maupun pemilu berikutnya," ujar Novli Bernado Thyssen.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan bahwa Bawaslu membahas strategi pengawasan untuk pemilu berikutnya. Termasuk memperkuat pengawasan yang sudah berjalan sebelumnya.

"Kami selalu berpijak dan berpedoman pada regulasi ya, jadi kita lihat nanti ya, apakah ada perubahan regulasi atau tidak. Yang pasti, strategi pengawasan yang dilakukan itu tidak jauh berbeda dengan pengawasan yang sebelumnya," papar dia.

"Hanya saja, nanti kita akan mempelajari kira-kira apa modus terbaru yang dipakai oleh peserta pemilu di dalam menjalankan kampanye politiknya, dalam artian bentuk atau pola pelanggarannya seperti apa," ucap Novli Bernado Thyssen.

Hal tersebut penting, kata dia, karena setiap tahun ke tahun memiliki potensi perubahan dalam jenis pelanggaran yang terjadi. Sehingga Bawaslu harus mengikuti situasi yang berkembang.

"Kami sebagai pengawas pemilu harus mengikuti tren terbaru itu, agar supaya strategi pengawasan yang kita lakukan efektif," tandas Novli Bernado Thyssen.

Menurut dia, dinamika politik selalu berkembang dari waktu ke waktu, sehingga pengawas pemilu perlu terus memperbarui strategi agar pengawasan tetap berjalan dengan baik dan responsif terhadap jenis pelanggaran baru.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore