Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 21.07 WIB

Trans Jatim Terancam Berhenti Juni 2026, Pemprov Jatim Janji Cari Solusi!

Spesial Hari Santri! Warga Jawa Timur Bisa Naik Trans Jatim Gratis. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, buka suara soal operasional Bus Trans Jatim yang terancam berhenti pada pertengahan tahun 2026, akibat pemangkasan dana TKD.

Adhy memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan berupaya untuk menutupi defisit anggaran Rp 2,8 triliun dari TKD. Terlebih, Bus Trans Jatim masuk dalam program prioritas. 

"(Bus Trans Jatim) itu program prioritas gubernur (Khofifah Indar Parawansa). Intinya, pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat, pasti akan kami penuhi,” tutur Adhy di Surabaya, Selasa (28/10).

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono mengatakan bahwa anggaran operasional Bus Trans Jatim diperkirakan hanya bisa bertahan sampai pertengahan tahun depan atau sekitar Juni 2026.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, kebutuhan total untuk operasional subsidi Trans Jatim selama setahun penuh mencapai Rp 260 miliar. Sementara pagu anggaran yang tersedia baru Rp 160 miliar. 

Artinya, masih kurang sekitar Rp 100 miliar agar Bus Trans Jatim bisa beroperasi penuh. Secara langsung, Nyono menyampaikan permohonan kepada Gubernur Jatim, Khofifah, agar anggaran operasional Bus Trans Jatim tidak dikurangi.

"Kita sudah matur ke Ibu (Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa), sudah melapor agar minimal operasional Bus Trans Jatim sampai koridor 7 itu, mohon tidak dikurangi," tutur Nyono di Surabaya. 

Nyono menilai, jika anggaran subsidi dikurangi, maka dampaknya sangat besar terhadap mobilitas pengguna transportasi publik. Dishub Jatim mencatat setiap harinya, sekitar 20 ribu masyarakat bepergian dengan Trans Jatim.

"Kalau dikurangi, efeknya luar biasa bagi pengguna Bus Trans Jatim. Kami sudah lapor ke Ibu Gubernur agar minimal operasional (Bus Trans Jatim) tetap berjalan sampai akhir 2026,” lanjutnya.

Pemprov Jatim hingga kini berupaya mencari jalan keluar, termasuk mempertimbangkan penambahan anggaran dalam Perubahan APBD 2026 (PAK), sehingga subsidi operasional bisa terpenuhi sampai akhir tahun. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore