Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 November 2025, 03.51 WIB

Meriahnya Parade Surabaya Juang 2025, Ajak Warga Nostalgia Perjuangan Pahlawan

Puluhan ribu warga memadati sepanjang Jalan Pahlawan hingga Jalan Gubernur Suryo, sejak siang hari, Minggu (25/10). Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2025. (Novia/JPC). - Image

Puluhan ribu warga memadati sepanjang Jalan Pahlawan hingga Jalan Gubernur Suryo, sejak siang hari, Minggu (25/10). Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2025. (Novia/JPC).

JawaPos.com - Puluhan ribu warga tumplek blek di sepanjang Jalan Pahlawan hingga Jalan Gubernur Suryo, sejak siang hari, Minggu (25/10). Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2025. 

Parade ini tak pernah absen diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjelang peringatan Hari Pahlawan, 10 November. Warga diajak mengenang semangat perjuangan yang pernah membara di Kota Pahlawan.

Mengusung tema "Surabaya Epic", Parade Surabaya Juang 2025 dimeriahkan oleh dua ribu peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang. Mereka tampil memukau dengan kostum-kostum unik yang dikenakan. 

Kostum tempo dulu, seperti pejuang kemerdekaan dengan seragam cokelat susu, perempuan pribumi berkebaya dan jarik, hingga tentara Belanda dan Inggris, lengkap dengan senapan dan alutsista. 

Peserta Parade Surabaya Juang juga menampilkan teatrikal Perang 10 November 1945 dan peristiwa Perobekkan Bendera di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit), yang membuat warga larut dalam nostalgia perjuangan.

"Dor..dor...dor..." suara tembakan terdengar nyaring saat peserta melakukan teatrikal Perang 10 November 1945 dengan judul "Sugiharto: Sepatu Sepakbola yang Berubah Menjadi Senapan". 

"Wahhhhhh," ucap warga yang menonton dari kiri dan kanan bahu Jalan Gubernur Suryo, depan Balai Pemuda yang menjadi titik finish. Riuh tepuk tangan juga memeriahkan jalannya Parade Surabaya Juang 2025.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan teatrikal ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pembelajaran bagi warga. Terlebih, Surabaya belum sepenuhnya terbebas dari stunting, kemiskinan, hingga anak putus sekolah.

“Saat ini waktunya kita bersatu meneruskan perjuangan kemerdekaan, bukan saling padu (bertengkar) antara, tetapi bagaimana kota menjadi satu kekuatan besar melawan itu,” tutur Eri di Balai Pemuda, Surabaya, Minggu (2/11).

Secara khusus, menjelang Peringatakan Hari Pahlawan, Wali Kota Eri mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang mengatasi permasalahan di Surabaya dengan gotong royong.. 

"Kita tunjukkan bahwa Surabaya bisa merdeka sejati, bukan untuk penguasanya, tetapi untuk seluruh warga. Jadi bukan untuk popularitas, tetapi berjuang untuk kesejahteraan saudara-saudara kita, yakni rakyat Surabaya," tukasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore