Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 18.12 WIB

Dua Ponpes di Jatim Ambruk, Wagub Emil Dardak Minta Publik Tak Berspekulasi

Dua Ponpes di Jatim Ambruk Berdekatan, Wagub Emil Dardak Minta Publik Tak Berspekulasi. (Istimewa) - Image

Dua Ponpes di Jatim Ambruk Berdekatan, Wagub Emil Dardak Minta Publik Tak Berspekulasi. (Istimewa)

JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur,  Emil Elestianto Dardak menanggapi insiden ambruknya dua bangunan Pondok Pesantren di Jawa Timur yang terjadi dalam waktu berdekatan dan menelan korban jiwa. 

Sebagai informasi, pada Senin sore (29/9), bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, tiba-tiba rubuh. Sebanyak 167 santri menjadi korban, dengan rincian 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.

Tepat sebulan kemudian, Rabu (29/10), atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Situbondo juga tiba-tiba rubuh dan menimpa 19 santriwati. 1 orang dilaporkan meninggal dunia. 

"Sudah ada pernyataan dari pemkab (Situbondo) dan BPBD bahwa ini bersamaan dengan di beberapa tempat, bukan hanya pondok pesantren, terkait atap karena masalah cuaca," tutur Emil di Surabaya, Selasa (4/11).

Oleh karena itu, mantan Bupati Trenggalek ini meminta masyarakat untuk tidak serta-merta mengaitkan dua peristiwa ambruknya bangunan Ponpes di Sidoarjo dan Situbondo, dengan pola yang sama. 

“Oleh karena itu tentu kita harus melihat secara individualistis, tidak boleh dikaitkan secara sertamerta satu sama lain (karena kondisi dan konstruksi setiap bangunan ponpes berbeda)," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Wagub Emil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan penanganan korban insiden ambruknya bangunan ponpes dan memastikan bantuan pemerintah berjalan.

"Kita akan fokus, pertama, bagaimana pada korban, kita akan memastikan mereka mendapatkan perhatian dari pemerintah (di antaranya bantuan biaya pengobatan)," tutur Wagub Emil.

Selain penanganan korban, Pemprov Jatim juga bersinergi dengan pemerintah kabupaten terkait pemeriksaan kondisi bangunan pesantren yang lain, mengingat Jawa Timur mulai memasuki musim hujan 2025/2026. 

"Yang kedua baru kita bicara mengenai bagaimana rehabilitasi terhadap fasilitas publik atau masyarakat yang terdampak. Pemerintah daerah sudah melakukan asesmen kerusakan," pungkas Emil.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore