Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 01.00 WIB

Pengerjaan Proyek Drainase Surabaya Capai 70 Persen, Wilayah Benowo jadi Fokus Utama

Pengerjaan Proyek Drainase Surabaya Capai 70 Persen, Wilayah Benowo Jadi Fokus Utama. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Pengerjaan Proyek Drainase Surabaya Capai 70 Persen, Wilayah Benowo Jadi Fokus Utama. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat pengerjaan proyek drainase di berbagai wilayah rawan banjir. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan genangan saat musim hujan tiba. 

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan hingga awal November 2025, pengerjaan proyek drainase telah mencapai sekitar 70 persen.

"Untuk update, paket-paket pekerjaan drainase itu sudah 70 persen kita selesaikan. Kemudian yang 20 persen selesai di akhir November, sisanya insyaallah kita selesaikan di Desember," tutur Syamsul, Selasa (4/11).
 
Percepatan dilakukan agar seluruh proyek drainase rampung sebelum puncak musim hujan 2026, yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Januari - Februari 2026 mendatang. 
 
"Kalau musim hujan itu hampir sama diprediksi oleh teman-teman BMKG itu di bulan Januari-Februari. Makanya kita berusaha agar paket-paket pekerjaan bisa diselesaikan di bulan November," imbuhnya.
 
Salah satu proyek drainase yang tengah dikebut DSDABM berada di kawasan Benowo, Surabaya Barat. Guna memperoleh hasil yang lebih optimal, pengerjaan dilakukan dengan menutup total saluran.

"Yang (selesai) sampai Desember itu yang (proyek) besar-besar. Seperti drainase Benowo, itu harus kita selesaikan karena untuk pengerjaan proyek besar ini kita harus menutup total salurannya," beber Syamsul.

Ia memahami bahwa metode penutupan saluran memiliki konsekuensi teknis, yakni aliran air harus dialihkan sementara menggunakan pompa portable yang kapasitasnya terbatas dibandingkan aliran alami. 

"Kalau (saluran di Benowo) ditutup total otomatis, airnya itu cuma bisa kita alihkan dengan pompa portable atau pompa mobile. Tetapi kapasitasnya kan sangat kecil dibandingkan aliran alami," ucapnya.

"Mungkin di sekitaran Pondok Benowo Indah (PBI) itu ada potensi genangan kalau (proyek) tidak selesai. Makanya kita usahakan supaya selesai sambil juga berdoa mudah-mudahan hujannya ini tidak terlalu deras,” lanjut Syamsul.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kepala DSDABM Surabaya memastikan seluruh rumah pompa dan tim lapangan disiagakan penuh setiap kali muncul peringatan dini cuaca ekstrem. 

"Kira-kira ada awan hujan mau mengarah ke mana, itu teman-teman DSDABM harus sudah siap semua. Lewat HT kita komunikasi, rumah pompa semua dikosongkan salurannya," pungkas Syamsul.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore