Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 04.08 WIB

Jasad Reno Syahputra Dewo yang Terbakar di Kwitang Tiba di Rumah Duka Surabaya, Dimakamkan Besok Pagi

Jasad Reno Syahputra Dewo yang terbakar di Kwitang tiba di Surabaya, Sabtu malam (8/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Jasad Reno Syahputra Dewo yang terbakar di Kwitang tiba di Surabaya, Sabtu malam (8/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Suasana duka menyelimuti kawasan Kampung Malang Utara, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, saat jasad Reno Syahputra Dewo tiba di rumah duka Sabtu malam (8/11). Reno adalah karyawan salah satu perusahaan swasta yang sempat dilaporkan hilang setelah aksi demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus 2025 lalu. Dua bulan berlalu, jasad Reno ditemukan aparat kepolisian di Gedung ACC Kwitang, 30 Oktober 2025. 

Dari pantauan JawaPos.com, jasad Reno tiba di rumah duka sekitar pukul 19.30 WIB. Tangisan keluarga dan warga sekitar pecah ketika suara sirine ambulance yang membawa jasad Reno semakin terdengar nyaring. 

Warga sekitar lantas bahu membahu mengangkat peti jenazah Reno dengan cara digotong. Ini karena lokasi rumah korban yang berada di dalam gang dan tidak bisa diakses oleh ambulance. 

Tiga tenda terpasang di sekitar rumah reno, warga sekitar juga melayat. Sementara sang keluarga membacakan surat yasin, melengkari peti jenazah Reno. 

Jenazah Reno akan dimakamkan besok, Minggu (9/11) jam 10 pagi di Makam Putat Gede - Makam Jarak, Jalan Putat Jaya Nomor 30, Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati mengungkapkan dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan. 

Kepala Laboratorium Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan dari hasil pemeriksaan, waktu kematian korban sudah lebih dari satu bulan dan kerangka berjenis kelamin laki-laki. 

Pihaknya menerima kantong jenazah berisi kerangka manusia yang sudah tidak lengkap keadaannya akibat kebakaran, baik kerangka manusia pada kantong jenazah nomor 0080 maupun kantong jenazah nomor 0081. 

”Dari hasil pemeriksaan DNA dan odontologi forensik bahwa nomor post mortem 0080 cocok dengan ante mortem 002, sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin,” kata Summy Hastry. 

Sementara itu, terhadap kerangka manusia pada kantong jenazah nomor 0081 dilakukan pemeriksaan perhiasan yang ditemukan berupa kalung dan kepala ikat pinggang dan sampel tes DNA. 

”Hasil pemeriksaan DNA dari tulang nomor post mortem 0081 cocok dengan ante mortem 001, sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari Bapak Hamid,” pungkas Brigjen Sumy. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore