Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 23.06 WIB

Gara-Gara Sofa hingga Kasur Menumpuk di Saluran, Rumah Pompa di Surabaya Nyaris Macet

Sampah sofa hingga kasur menumpuk di saluran menyebabkan rumah pompa di Surabaya nyaris macet. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Sampah sofa hingga kasur menumpuk di saluran menyebabkan rumah pompa di Surabaya nyaris macet. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Rumah pompa di Surabaya nyaris macet akibat tumpukan sampah berukuran besar, seperti sofa, kasur, helm, hingga pakaian. Kondisi mengkhawatirkan ini mendapat atensi Pemkot Surabaya. 

Pasalnya jika dibiarkan, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyebut sampah-sampah ini akan mengganggu sistem drainase dan meningkatkan risiko banjir. 

Syamsul mengakui bahwa kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di sungai, menjadi tantangan yang nggak gampang dalam memperkuat sistem pengendalian genangan air di musim hujan. 

"Sampah di sungai merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Sampah padat, seperti sofa, kasur, dan kayu, seringkali menyangkut di screen (penyaring) rumah pompa," tutur Syamsul di Surabaya, Minggu (9/11). 

Jika sampah besar tidak segera disaring dan dibiarkan menumpuk, maka pompa dapat berhenti bekerja dan mesinnya rusak. Kondisi ini berisiko memicu genangan hingga banjir di wilayah sekitar rumah pompa.

Syamsul mencontohkan di Saluran Greges yang mengarah ke Bosem Morokrembangan. Saat hujan deras mengguyur akhir-akhir ini, tumpukan sampah membuat air meluap ke permukiman warga dan menimbulkan genangan. 

"Petugas berhasil mengumpulkan 20 truk sampah. Sampah yang menumpuk di sana itu besar-besar, dari benda-benda rumah tangga hingga benda keras seperti helm, sofa, kasur, popok bayi, dan pakaian," imbuhnya.

Untuk mencegah masyarakat membuang sampah di saluran sekitar Rumah Pompa, DSDABM meningkatkan pengawasan dengan menambah jumlah petugas dan menerapkan sistem kerja tiga shift selama 24 jam penuh.

Selain itu, setiap rumah pompa dilengkapi 4 hingga 8 petugas penyaring sampah (penyarang). Syamsul menegasman bahwa Pemkot Surabaya serius menangani genangan saat musim hujan. 

"Petugas penyarang bekerja dalam shift karena beban kerja membersihkan sampah yang bercampur air sangat berat. Hal ini untuk memastikan pompa dapat terus bekerja tanpa terhambat sampah," tegasnya.

Syamsul mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sembarang tempat. Terutama di sungai, karena dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore