Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2025, 00.13 WIB

Modus Buntuti dan Tunggu Korban Lengah Pencuri Gasak Motor, Delapan Tersangka Diamankan

Para tersangka komplotan curanmor bersama barang bukti yang disita ditunjukkan ke publik di halaman Mapolda Jatim, Jumat (1/8/2025). (Juliana Christy/Jawa Pos) - Image

Para tersangka komplotan curanmor bersama barang bukti yang disita ditunjukkan ke publik di halaman Mapolda Jatim, Jumat (1/8/2025). (Juliana Christy/Jawa Pos)

JawaPos.com - Alap-alap motor di wilayah Kota Pudak masih menjadi momok. Dalam sepekan terakhir, terjadi beberapa kasus yang menyita perhatian masyarakat. Lantaran para pelaku kedapatan membuntuti hingga menunggu korban lengah. 

Setidaknya, peristiwa tersebut dialami Herry Winarno. Pria 45 tahun itu harus merelakan motor Honda Vario bernopol W 3593 MG amblas. Saat sedang mengantar galon ke rumah pelanggan di kawasan Desa Kembangan Kecamatan Kebomas.

"Motor saya parkir di tepi jalan, lupa mencabut kunci karena terburu-buru," keluhnya.

Pasca mengantar pesanan galon, dia pun terkejut lantaran motornya sudah raib. Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria sudah membuntuti korban. Alhasil, saat Herry sibuk memasukkan galon, seorang pria bertopi dan celana pendek langsung membawa kabur motornya.

"Dalam hitungan detik motor saya raib, saya sudah melapor ke petugas semoga pelaku segera tertangkap," harapnya.

Peristiwa serupa juga dialami Rini Setyowati. Motor Honda Genio bernopol W 2765 FK miliknya digondol bandit. Saat sedang membeli pulsa di konter handphone Desa Cerme Kidul Kecamatan Cerme.

"Korban lupa mematikan mesin dan memarkir motornya di tepi jalan," ujar Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo. 

Beruntung, aksi bandit terekam jelas di CCTV konter. Petugas pun berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku berinisial KS. Pria 26 tahun asal Pasuruan itu dibekuk di wilayah Pongangan Kecamatan Manyar.

"Kami masih melakukan pengembangan, untuk memburu tersangka lainnya yang membonceng pelaku di lokasi kejadian," tandasnya.

Dalam dua pekan terakhir, Korps Bhayangkara Kota Pudak telah meringkus setidaknya delapan bandit curanmor. Wilayah Menganti dan Bungah menjadi kasus terbanyak dengan masing-masing dua tersangka.

"Mayoritas pelaku beraksi di tempat keramaian, dengan menyamar sebagai pengunjung agar tidak dicurigai," ujar Kasatrekrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz.

Modus tersebut terbilang baru. Sebab, pelaku lebih dahulu membuntuti korban dan menunggu pemilik motor lengah. Kelihaian pelaku membobol kunci juga membuat aksi curanmor berlangsung dengan waktu singkat.

"Bisa memanfaatkan celah dan waktu yang singkat. Sehingga pemilik motor harus lebih ekstra hati-hati," pesannya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore