
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menanggapi Temuan 15 pelajar SMP positif narkoba. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Temuan 15 pelajar SMP di Kota Surabaya yang positif narkoba, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Kasus ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan Indonesia belum terbebas dari jeratan narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan terhadap 15 pelajar tersebut adalah membedakan status hukumnya, apakah sebagai pengguna atau pengedar.
Jika terbukti sebagai pemakai, maka mereka akan direhabilitasi penuh tanpa sanksi dikeluarkan dari sekolah. Begitu pula apabila pelajar yang bersangkutan terbukti berperan sebagai pengedar.
“Tetapi, kalau dia terbukti sebagai pengedar, maka kita lakukan rehabilitasi. Kita pulihkan kembali, kita kuatkan kembali agar anak ini punya semangat lagi untuk menjadi orang yang baik,” tutur Wali Kota Eri, Minggu (16/11).
Upaya pemkot tidak hanya berfokus pada penanganan siswa, tetapi juga memberantas sumber peredaran serta memperkuat pencegahan di sekolah lain. Eri menilai kasus ini adalah tanggung jawab bersama.
Orang tua berperan sebagai garda terdepan dalam sikap dan perilaku seorang anak. “Bagaimanapun mereka ini anak yang salah asuhan. Tidak bisa anak itu dibebankan kepada guru. Yang terdekat adalah orang tua," imbuhnya.
Sebagai langkah preventif, Pemkot Surabaya mendirikan pos terpadu di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, yang selama ini dikenal masyarakat sebagai kawasan rawan peredaran narkotika.
Pos tersebut akan dijaga oleh tim gabungan. Langkah ini diambil Pemkot Surabaya untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di area yang dinilai sudah lama menjadi tempat kegiatan negatif itu.
"Akan ada pos terpadu di sana yang juga dijaga oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan dari Pemkot ada Satpol PP. Pos ini akan menjadi pusat koordinasi untuk melakukan operasi rutin. Tapi waktunya tidak kita ekspos," terang Eri.
Guna mencegah penyebaran narkoba di kalangan pelajar, Pemkot akan melakukan tes urine di sekolah-sekolah lain. Namun, tes tidak akan dilakukan secara menyeluruh, melainkan melalui metode sampling acak.
“Kita akan lakukan acak saja kalau di sekolah-sekolah. Kita lakukan sampling-sampling saja di sekolah-sekolah tertentu (berdasarkan kajian dan data dari BNN Provinsi Jawa Timur)," tegasnya.
Oleh karena itu, Wali Kota Eri mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, agar berperan aktif dalam mengawasi dan menjaga anak-anaknya dari kegiatan yang berdampak buruk.
"Ayo kita jaga anak-anak kita, jangan sampai terjerat dengan narkoba yang akan merusak di masa depannya. (Permasalahan ini) tidak bisa sehari dua hari (selesai), maka dibutuhkan komitmen dari kita semuanya," seru Eri.
Sebelumnya, Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jawa Timur melakukan tes urine acak kepada 50 siswa SMP - SMA di kawasan Jalan Kunti, Semampir, Jumat (14/11). Hasilnya, 15 siswa SMP diantaranya positif narkoba.
"Ini suatu keprihatinan yang harus kita rumuskan bersama. Betapa mirisnya ternyata di usia sekolah, siswa di Surabaya sudah menjadi pengguna aktif narkotika," tukas Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Budi Mulyanto. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
