Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 November 2025, 05.38 WIB

Tak Mampu Bayar Rp 4,5 Juta, Pria di Sidoarjo Bunuh PSK yang Dipesannya Lewat Aplikasi

Seorang pria berinisial FLBN, 28 tahun, tega mengabisi nyawa perempuan diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial SS, 32 tahun. (Humas Polsek Gedangan) - Image

Seorang pria berinisial FLBN, 28 tahun, tega mengabisi nyawa perempuan diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial SS, 32 tahun. (Humas Polsek Gedangan)

JawaPos.com - Di kamar hotel kawasan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, seorang pria berinisial FLBN, 28 tahun, tega mengabisi nyawa perempuan diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial SS, 32 tahun. 

Alasannya miris, pelaku takut ditagih biaya layanan booking out (BO) yang disepakati bersama, yakni sebesar Rp 4,5 Juta. FLBN mengaku saat itu tak membawa uang sama sekali. 

"Kejadiannya Hari Jumat (14/11) sekitar 01.30 WIB dan dilaporkan ke Polsek Gedangan pada pukul 04.00 WIB," tutur Kapolsek Gedangan, AKP Anak Agung Gede Putra Wismawa, Senin (17/11).

Kisah tragis ini bermula saat pelaku menghubungi korban melalui aplikasi MiChat pada Rabu (12/11). Keduanya lalu melakukan open BO dan sepakat bertemu dengan biaya layanan Rp 4,5 juta. 

SS diketahui merupakan warga Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang tinggal di indekos kawasan Sedati, Sidoarjo, sementara FLBN adalah warga Lowokwaru, Kota Malang yang tinggal di kawasan Waru, Sidoarjo. 

"Jadi tanggal 12 itu di-cancel. Selanjutnya pada kamis (13/11) sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku menghubungi lagi korban dan melanjutkan Open BO dengan kesepakatan harga masih tetap Rp 4,5 Juta," imbuhnya. 

Pelaku dan korban kemudian bertemu di hotel yang disepakati bersama. Korban dan pelaku asyik ngobrol di dalam kamar hingga sekitar pukul 21.00 WIB, mereka melakukan hubungan badan yang pertama. 

Mereka lalu melakukan hubungan badan kedua pada pukul 23.00 WIB. Sempat tertidur, pada Jumat (14/11) pukul 01.00 WIB, pelaku bangun dan merayu korban untuk melakukan hubungan badan yang ketiga, sesuai kesepatan. 

"Namun karena saat itu pelaku tidak membawa uang sama sekali, ia takut setelah melakukan hubungan badan nantinya ditagih terkait pembayaran, pelaku pun mencekik korban hingga tak sadarkan diri," terang AKP Agung. 

Tak berhenti di situ, pelaku bekap korban menggunakan bantal. Menyadari korban sudah tak sadarkan diri, pelaku menggunakan baju dan berupaya melarikan diri. Sayangnya, upacara tersebut tak berjalan sesuai rencananya. 

"Saksi beteriak meminta tolong petugas untuk mengamankan pelaku yang saat itu sudah di parkiran hotel. Pelaku diamankan ke Polsek Gedangan, sementara jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong," tukasnya. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore