Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 05.57 WIB

Pasca Erupsi Gunung Semeru, Pemerintah akan Cari Solusi agar Warga di Zona Merah Mau Pindah ke Huntap

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut huntap sudah disiapkan untuk warga Lumajang yang tinggal di zona merah Gunung Semeru. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut huntap sudah disiapkan untuk warga Lumajang yang tinggal di zona merah Gunung Semeru. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Rabu sore (19/11), memaksa ratusan warga dari Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) erupsi Gunung Semeru terjadi sejak pukul 14.13 WIB hingga petang. Awan panas mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL dengan arah utara dan barat laut. 

Bahkan, erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik. Dalam sekejap, ratusan rumah warga dan fasilitas umum luluh lantak diterjang material vulkanik.

Berdasarkan data sementara, Kamis (20/11), BPBD Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 956 jiwa mengungsi setelah erupsi Gunung Semeru. Hingga kini, pendataan masih dilakukan. 

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pada dasarnya warga Kecamatan Pronojiwo dan warga Kecamatan Candipuro, sudah dibuatkan hunian tetap (huntap). 

Potret warga Desa Supiturang yang mengungsi di SD Negeri 4 Supiturang, Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru. (Novia Herawati/JawaPos.com)

"KTP mereka juga huntap. Jadi area-area yang (terdampak) memang masuk pada zona merah," tutur Khofifah saat meninjau Jembatan Gladak Perak, Lumajang yang juga terdampak erupsi Gunung Semeru, Kamis (20/11).

Ia memahami bahwa banyak warga yang menolak pindah ke huntap karena jauh dari tempat pencaharian mereka. Mayoritas warga di Pronojiwo dan Candipuro bekerja sebagai penambang pasir. 

"Tempat kerja mereka itu memang berdekatan dengan area itu. Tetapi saya berharap masing-masing bisa patuh (dan mau segera pindah ke Huntap) supaya keselamatan bisa kita jaga bersama, ya," imbuhnya. 

Hal serupa juga disampaikan Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto. Ia mengatakan bahwa Pemprov Jatim dan Pemkab Lumajang sudah mengajak warga terdampak untuk direlokasi ke huntap. 

"Mereka punya huntap, tetapi karena mata pencahariannya di lokasi ini di mana sumber tambang yang dipakai sehingga mereka (memilih tetap tinggal dan) melakukan kegiatan kembali ke sini," tutur Gatot. 

"Kami sudah mengimbau, tetapi kan juga harus memahami bahwa mereka butuh pekerjaan untuk kehidupan sehari-hari. Ini yang harus kita cari solusinya, butuh kolaborasi antara Pemda Lumajang, masyarakat, dan provinsi," lanjutnya.

Yang jelas saat ini, lanjut Gatot, BPBD Provinsi Jatim fokus mengevakuasi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Setelah itu, BPBD juga membantu masyarakat membersihkan material vulkanik. 

Posko pengungsian yang berada di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro juga akan tetap didirikan hingga waktu yang belum ditentukan. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore