Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 November 2025, 00.53 WIB

Hujan Deras Picu Banjir Lahar di Sekitar Gunung Semeru, Getaran Capai 43 mm

Hujan deras memicu banjir lahar di sekitar Gunung Semeru. Salah satunya di dekat Jembatan Gladak Perak, Jumat (21/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Hujan deras memicu banjir lahar di sekitar Gunung Semeru. Salah satunya di dekat Jembatan Gladak Perak, Jumat (21/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Jumat (21/11) pukul 13.45 WIB, mengakibatkan banjir lahar mengalir deras di sekitar Jembatan Gladak Perak. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno membenarkan terjadinya banjir lahar dingin, dengan getaran pada alat pemantauan mencapai akselerasi maksimum (Amak) 43 mm.

"Benar saat ini (banjir lahar dingin) masih berlangsung, dengan akselerasi maksimum terakhir 43 mm," tutur Satrio ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (21/11).

Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Jumat pagi (21/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 499 jiwa, dengann 21 rumah rusak parah, dan 124 hewan ternak mati. 

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore