Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 05.15 WIB

RS Kemenkes Surabaya Kini Punya PET Scan dan SPECT-CT, Jadi Terobosan Diagnostik Berakurasi Tinggi

Memiliki layanan PET Scan dan SPECT-CT, RS Kemenkes Surabaya teken kerja sama dengan Yakes Telkom untuk meningkatkan layanan kesehatan berjenjang, Rabu (3/12). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Memiliki layanan PET Scan dan SPECT-CT, RS Kemenkes Surabaya teken kerja sama dengan Yakes Telkom untuk meningkatkan layanan kesehatan berjenjang, Rabu (3/12). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Memasuki usia satu tahun, Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya yang beralamat di Jalan Indrapura Nomor 17, Kecamatan Krembangan, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. 

Mulai dari menghadirkan layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan, SPECT-CT (Single Photon Emission Computed Tomography - Computed Tomography), hingga menjalin kerja sama dengan Yayasan Kesehatan Telkom. 

Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dokter Martha M.L Siahaan mengatakan, kerjasama ini penting dalam pengembangan layanan kesehatan berjenjang, khususnya untuk kasus rujukan kedokteran nuklir. 

“Dengan adanya layanan PET Scan dan SPECT-CT, masyarakat Indonesia Timur tidak perlu lagi pergi ke luar kota ataupun ke luar negeri untuk mendapatkan pemeriksaan kedokteran nuklir yang lengkap,” tutur Martha, Rabu (3/12). 

Dengan kerja sama tersebut, peserta jaminan Yakes Telkom bisa mengakses layanan kesehatan di RS Kemenkes Surabaya. Kolaborasi ini semakin memperkuat peran RS Kemenkes sebagai rujukan daerah Indonesia Timur. 

Secara khusus, dokter Martha memberikan penjelasan singkat mengenai teknologi PET Scan, teknologi kesehatan ini menjadi yang pertama dan satu-satunya yang ada di Provinsi Jawa Timur. 

"PET Scan ini memungkinkan deteksi dini berbagai kondisi kardiologi, gangguan saraf, serta kasus keganasan dengan tingkat akurasi sangat tinggi. Layanan ini menjadi langkah besar dalam dunia diagnosis," imbuhnya. 

PET Scan tidak hanya digunakan untuk deteksi dini kanker, tetapi juga dalam penentuan stadium, evaluasi ulang penyakit, serta pemantauan respons terapi untuk penanganan pasien yang lebih akurat, cepat, dan personal.

Sementara Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT-CT) adalah teknologi pencitraan medis yang menggabungkan pemeriksaan nuklir (SPECT) dengan pencitraan anatomi detail (CT Scan). 

SPECT-CT mampu memvisualisasikan aktivitas sel dan organ secara lebih spesifik, sehingga berperan penting sebagai alat diagnosis yang akurat dan komprehensif, serta berorientasi pada kebutuhan pasien. 

"Kombinasi ini (PET Scan dan SPECT-CT) memungkinkan visualisasi fungsi organ dan struktur tubuh secara lebih komprehensif, sehingga sangat membantu dalam mendeteksi kelainan seperti gangguan jantung, kelainan tulang, infeksi, tumor, serta evaluasi pasca terapi," terang dokter Martha.  

Ia berharap dengan adanya layanan PET Scan dan SPECT-CT, masyarakat tidak lagi pergi berobat ke luar negeri. Sebaliknya, mereka dapat berobat di RS Kemenkes yang memiliki teknologi yang tak kalah canggih. 

"Langkah ini juga sejalan dengan visi Kemenkes untuk menghadirkan layanan unggulan berkelas dunia di seluruh rumah sakit vertikal, serta memastikan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang paripurna," pungkas Martha.

Sebagai informasi, RS Kemenkes Surabaya diresmikan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo pada Jumat, 6 September 2024. Rumah sakit seluas 163.380 meter persegi ini dibangun di bekas RS darurat penanganan Covid-19

Meski pembangunan RS Kemenkes Surabaya terbilang singkat sejak 2022. Jokowi mengatakan anggaran yang dihabiskan tidak sedikitN yakni Rp 1,6 triliun. Bahkan biaya peralatan medisnya mrncapai Rp 386 Miliar. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore