Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 05.05 WIB

Kinerja Ekspor Melonjak, Jatim Catat Pertumbuhan Ekonomi di Atas Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Kinerja ekspor Jawa Timur terus menanjak. Sepanjang Januari–Oktober 2025, nilai ekspor migas dan nonmigas menembus 25,3 miliar USD, meningkat 16,64 persen dibanding periode yang sama pada 2024.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kinerja ekspor terus tumbuh dan meningkat. Sementara nilai impor mengalami penurunan. Sepanjang Januari - Oktober 2025 total impor mencapai 24,25 miliar USD atau turun 3,56 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Menurutnya capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa produk-produk Jawa Timur mampu bersaing di pasar internasional dan berkontribusi kuat terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Yakni ekspor nonmigas, seperti perhiasan atau permata masih menjadi penopang utama. Nilai ekspor komoditas tersebut naik 40,30 persen, dengan rata-rata peningkatan unit value mencapai 687,41 persen.

Selain itu, ekspor lemak dan minyak hewan/nabati juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 41,35 persen, dan memberikan kontribusi 7,91 persen terhadap total ekspor Jatim.

"Capaian ini ditopang oleh ekspor nonmigas, utamanya golongan perhiasan atau permata masih menjadi komoditas unggulan," kata Khofifah, kemarin (4/12).

Khofifah menjelaskan Swiss menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur dengan nilai ekspor mencapai 4,08 miliar USD. Komoditas ekspor didominasi perhiasan, kendaraan, serta perkakas dan peralatan bukan logam mulia.

Kinerja ekspor yang terus menguat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Jatim. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III-2025, yang mencapai 5,22 persen. Yakni lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen.

Sedangkan untuk inflasi, Khofifah menjelaskan dalam kondisi terkendali. Hal tersebut menunjukkan daya beli masyarakat terjaga dan produksi masyarakat harga jualnya menguntungkan.

"Kami mengajak seluruh stakeholder di bidang perdagangan untuk bersinergi dan berkolaborasi. Sehingga bisa mendorong penguatan kinerja ekspor di Jatim dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore