
Samuel Ardi Kristanto, sosok yang diduga menyuruh oknum ormas mengusir paksa Nenek Elina, ditangkap Polda Jatim, Senin (29/12/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur telah menangkap dua tersangka dalam kasus pengeroyokan dan pengusiran paksa terhadap Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun di Surabaya.
Mereka adalah Samuel Ardi Kristanto (SAK), 44 tahun dan M Yasin (MY). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah gelar perkara dan melakukan pemeriksaan berbasis scientific crime investigation (SCI).
Dirreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Widi Atmoko mengatakan SAK diduga berperan membawa dan mengoordinasikan sejumlah orang untuk mengusir Nenek Elina secara paksa dari rumahnya sendiri.
"Sedangkan MY mengangkat dan membawa korban keluar dari rumahnya. Berdasarkan SCI kami menetapkan dua tersangka dan dimungkinkan akan ada tersangka lain setelah pendalaman pemeriksaan,” imbuhnya.
Terkait keterlibatan suatu organisasi masyarakat (ormas), Kombes Pol Widi menegaskan bahwa proses penyelidikan kasus Nenek Elina fokus pada tindak pidana individu, bukan kelompok atau organisasi tertentu.
Atas perbuatannya, SAK san MY dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang. Mereka terancam pidana maksimal 5 tahun 6 bulan.
“Saat ini SAK sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan. Setelah pemeriksaan nanti, sesuai dengan KUHP, akan dilakukan penahanan,” tukas perwira polisi dengan 3 melati di pundak tersebut.
Kronologi singkat
Kisah Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang diusir secara paksa oleh ormas dari rumahnya yang berada di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, tengah menyita perhatian publik.
Kasus bermula saat sekelompok laki-laki tinggi tiba-tiba mendatangi rumah Nenek Elina pada 6 Agustus 2025. Mereka meminta Elina dan keluarga untuk pergi karena rumah itu diklaim sudah dibeli oleh seseorang bernama Samuel.
Namun, Nenek Elina enggan pergi karena merasa tidak menjual rumah. Alih-alih pergi, sekelompok ormas justru mengusir Nenek Elina secara paksa. Momen pengusiran terekam kamera dan viral di media sosial.
"Ini rumahnya saya, bukan rumahnya orang. Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya? Mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat (rumah) saya," protes Nenek Elina, sebelum akhirnya dipaksa keluar dari rumahnya.
Kemudian pada 9 Agustus 2025, bangunan rumah Nenek Elina disegel menggunakan kayu dan besi, yang membuat pihak keluarga tak bisa masuk. Tak lama, rumah tersebut dirobohkan menggunakan alat berat eskavator.
Atas peristiwa yang dialaminua, Nenek Elina membuat laporan ke SPKT Mapolda Jatim pada Rabu, 29 Oktober 2025. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
