Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Januari 2026, 00.37 WIB

SY Alias Klowor jadi Tersangka Baru Pengusiran Nenek Elina, Total Tersangka Kini Tiga Orang

 

Nenek Elina memenuhi panggilan Polda Jatim terkait kasus dugaan pengusiran paksa dari rumahnya, Minggu (28/12). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menetapkan satu tersangka baru dalam kasus pengusiran paksa Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang viral di media sosial.

Ia adalah SY alias Klowor, 56 tahun. SY ditangkap Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim saat nongkrong di sebuah warkop Jalan Bintang Diponggo, Surabaya, Selasa (30/12) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kami mengamankan 1 tersangka lagi terkait kasus Nenek Elina. Tersangka SY ditangkap Selasa malam pukul 22.00 WIB,” tutur Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (31/12).

Dengan ditetapkannya tersangka SY, maka hingga kini, Polda Jawa Timur telah menetapkan 3 tersangka kasus pengusiran paksa Nenek Elina, yakni Samuel Ardi Kristanto (SAK), M. Yasin (MY), dan SY.

Kombes Pol Jules menegaskan penetapan tiga tersangka belum mengakhiri penyidikan. Dari rekaman yang tersebar di media sosial, polisi menduga jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus Nenek Elina lebih dari tiga orang.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka. Dari video yang kami miliki, pelaku terlihat lebih dari tiga orang. Mohon doanya, bisa hari ini atau besok bertambah,” imbuhnya.

Kronologi singkat

Kisah Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, yang diusir secara paksa oleh ormas dari rumahnya yang berada di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, tengah menyita perhatian publik.

Kasus bermula saat sekelompok laki-laki tinggi tiba-tiba mendatangi rumah Nenek Elina pada 6 Agustus 2025. Mereka meminta Elina dan keluarga untuk pergi karena rumah itu diklaim sudah dibeli oleh seseorang bernama Samuel.

Namun, Nenek Elina enggan pergi karena merasa tidak menjual rumah. Alih-alih pergi, sekelompok ormas justru mengusir Nenek Elina secara paksa. Momen pengusiran terekam kamera dan viral di media sosial.

"Ini rumahnya saya, bukan rumahnya orang. Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya? Mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat (rumah) saya," protes Nenek Elina, sebelum akhirnya dipaksa keluar dari rumahnya.

Kemudian pada 9 Agustus 2025, bangunan rumah Nenek Elina disegel menggunakan kayu dan besi, yang membuat pihak keluarga tak bisa masuk. Tak lama, rumah tersebut dirobohkan menggunakan alat berat eskavator.

Atas peristiwa yang dialaminya, Nenek Elina membuat laporan ke SPKT Mapolda Jatim pada Rabu, 29 Oktober 2025. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.

SAK, MY, dan SY dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang. Mereka terancam pidana maksimal 5 tahun 6 bulan. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore