Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2026, 01.57 WIB

Tolak Relokasi RPH Pegirian, Jagal dan Pedagang Daging Surabaya Ancam Mogok Kerja

Jagal dan pedagang daging Surabaya menolak relokasi RPH Pegirian ke TOW, mengancam mogok kerja karena dinilai berdampak pada ekonomi dan pengangguran. - Image

Jagal dan pedagang daging Surabaya menolak relokasi RPH Pegirian ke TOW, mengancam mogok kerja karena dinilai berdampak pada ekonomi dan pengangguran.

JawaPos.com - Sejumlah jagal dan pedagang daging di Jalan Arimbi, Pegirian, Kecamatan Semampir, menolak rencana relokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) ke daerah Tambak Osowilangun.

Koordinator Aksi Jagal dan Pedagang Daging, Abdullah Mansyur menegaskan pihaknya akan terus melakukan unjuk rasa. Pihaknya juga mengancam akan mogok kerja hingga pasokan daging sapi di pasaran benar-benar kosong.

"Kita tetap akan melakukan aksi mogok satu bulan, dua bulan, satu tahun. Dan kita pastikan ya, untuk kemudian di Kota Surabaya tidak akan ada peredaran daging sapi sama sekali," tutur Abdullah, Selasa (13/11).

Menurutnya, relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun (TOW) berisiko menimbulkan ribuan pengangguran, karena operasional di lokasi baru memerlukan biaya jauh lebih besar bagi para pekerja.

Karena itu, para jagal dan pedagang daging melakukan mogok kerja sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang memindahkan RPH dari Pegirian ke Tambak Osowilangun.

"Ini sebagai alarm terhadap stabilitas ekonomi, kita akan melakukan aksi mogok sampai betul-betul tuntutan kami dipenuhi (mencabut surat tentang kebijakan pemindahan RPH dari Pegirian ke TOW)," imbuhnya.

Massa akan mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencabut surat edaran tentang pendaftaran pindah jagal dari PRH Pegirian ke TOW. Apalagi SE tersebut baru berlaku pada Idulfitri.

"Sehabis Idulfitri mungkin tempat yang Pegirian tidak beroperasi lagi. Tapi kita menuntut untuk ini tidak ada jangka waktunya, artinya kita menolak untuk dipindah dari pegiran ke tempat yang baru itu saja," tukas Abdullah.

Hari ini, Selasa (13/1), ratusan jagal dan pedagang daging RPH Pegirian melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya. Massa batal bertemu dengan Wali Kota Eri Cahyadi dan membubarkan diri sekitar pukul 14.00 WIB. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore