
Misi dagang dan investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berhasil menembus transaksi Rp 3,1 triliun.
JawaPos.com - Misi dagang dan investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berhasil menembus transaksi Rp 3.152.408.358.000 alias Rp 3,1 triliun.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring konektivitas perdagangan, memperluas pasar domestik, dan mendorong integrasi rantai pasok antarwilayah.
“Matur nuwun semuanya, ini sinergi yang luar biasa. Jawa Timur membutuhkan produk dari Jawa Tengah, demikian pula sebaliknya. Alhamdulillah nilai transaksi telah menembus Rp3,152 triliun lebih,” ucapnya, Jumat (30/1).
Nilai transaksi itu terdiri dari aspek penjualan sebesar Rp 2.759.547.585.000 (Rp 2,7 triliun), aspek pembelian sebesar Rp 296.860.773.000 (Rp 296 juta), dan aspek Investasi sebesar Rp 96.000.000.000 (Rp 96 juta).
Adapun sejumlah komoditas yang berhasil dijual Pemprov Jatim dalam misi dagang ini, di antaranya beras, rokok, kopi, tetes/molasses, pakan Ikan dan Udang, benih tebu, surimi, daging ayam dan sapi.
Kemudian olahan daging ayam dan sapi, susu, gula kristal putih, DOC, Fillet Dori dan Aneka Seafood, Sapi Ternak, Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jagung, Produk Tekstil, Veneer, Ikan Bandeng Asap, Benih Jagung Hibrida, Udang dan Kulit Ikan, dan Pupuk Organik Cair.
Sementara untuk komoditas yang dibeli Pemprov Jatim dari Pemprov Jateng, di antaranya Kayu Bulat, Telur Ikan, Karung, Cengkeh, Tembakau, Katul, Minuman Botanical Seduh, Sambal Pecel, Botol Plastik.
Selanjutnya Biji Carica, Tepung Tapioka, Tas Anyam, dan Gula Merah Tebu dari Jawa Tengah. Sementara terkait aspek investasi Pemprov Jatim melakukan transaksi pembangunan perumahan.
“Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah. Pola transaksi 2 arah ini memperkuat integrasi pasar domestik," imbuhnya.
Menurut Khofifah, pola perdagangan dua arah tersebut mencerminkan penguatan integrasi pasar domestik sekaligus optimalisasi distribusi barang kebutuhan pokok, barang penting, serta komoditas strategis antarwilayah.
“Kita semua sama-sama punya kekuatan dan kelemahan. Karena itu mari tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama. Kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi yang terus dikuatkan,” tutur Khofifah.
Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan antarwilayah terbesar nasional sebesar Rp 209 triliun.
Hingga Triwulan III 2025, total ekspor Jawa Timur mencapai Rp 1.234,16 triliun dan impor Rp 1.055,42 triliun, sehingga neraca perdagangan Jawa Timur mencatat surplus Rp 178,74 triliun.
Sejak 2019 - Januari 2026, Pemprov Jatim telah melakukan 49 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total nilai komitmen transaksi mencapai Rp 30,52 triliun yang melibatkan 2.410 pelaku usaha Jawa Timur.
Selain itu, enam kali misi dagang luar negeri sejak 2022 hingga 2025 membukukan potensi transaksi sebesar Rp 5,896 triliun. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk unggulan Jawa Timur memiliki daya saing tinggi," pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
