Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 23.54 WIB

Dampak Gempa Pacitan, 4 Perjalanan Kereta di Daop 8 Surabaya Alami Keterlambatan

Ilustrasi perjalanan kereta api. (Humas KAI Daop 8 Surabaya) - Image

Ilustrasi perjalanan kereta api. (Humas KAI Daop 8 Surabaya)

JawaPos.com - Gempa dengan Magnitudo 6,4 SR yang mengguncang perairan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB, mengakibatkan 4 perjalanan Kereta Api (KA) di Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan.

Hal ini dikonfirmasi Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas keterlambatan sejumlah perjalanan KA pasca gempa Pacitan.

"Sesaat setelah gempa dirasakan, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan seluruh unit terkait dan menerapkan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) pada perjalanan kereta api yang melintas," ucapnya, Jumat (6/2).

Sebagai informasi, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo M 6,4 mengguncang Pacitan pada Jumat (6/2) sekitar pukul 01.06 WIB. Pusat gempa bumi ini berada di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Tepatnya pada koordinat 8.99 LS dan 111.18 BT atau 90 kilometer tenggara Pacitan, 127 kilometer tenggara Gunungkidul. Getaran terasa hingga Yogyakarta, Trenggalek, Wonogiri, Sleman, Malang, bahkan Surabaya.

"Akibat penghentian sementara tersebut, tercatat empat perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, yang meliputi KA Matarmaja, KA Ijen Ekspres (dua perjalanan), serta KA Limas dan Cargo," imbuh Mahendro.

KAI Daop 8 Surabaya menyadari keterlambatan perjalanan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Namun, penghentian sementara operasional kereta ini dilakukan demi menjamin keselamatan seluruh penumpang.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan waktu bagi petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian pasca gempa, meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Keselamatan penumpang merupakan prioritas utama KAI. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan perjalanan pascagempa bumi di Pacitan semalam," tuturnya.

Berdasarkan laporan bertahap dari petugas di lapangan, saat ini seluruh sarana prasarana dinyatakan aman dan layak operasi, sehingga perjalanan kereta api kembali dijalankan secara normal pasca gempa Pacitan.

"KAI mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses pengamanan berlangsung. KAI Daop 8 Surabaya kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tukas Mahendro.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore