Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Februari 2026, 22.17 WIB

Harga Cabai di Surabaya Naik Dua Kali Lipat, Pemkot Pastikan Stok Pangan Ramadhan Aman

Ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional. Harga cabai di Surabaya sudah naik dua kali lipat. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional. Harga cabai di Surabaya sudah naik dua kali lipat. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Surabaya mulai mengalami kenaikan harga. Salah satunya cabai rawit yang harganya sudah tembus Rp 85 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit itu ditemukan oleh Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya saat melakukan sidak di Pasar Pucang Anom dan Pasar Wonokromo.

"Dari hasil pemantauan di lapangan, yang paling terlihat itu cabai (rawit), dari kisaran Rp 40 ribu menjadi sekitar Rp 80 - 85 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir," ucap Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA, Agung Supriyo Wibowo, Jumat (13/2).

Komoditas bawang merah dan telur ayam juga mengalami kenaikan, namun, tidak setinggi cabai.

Kenaikannya masing-masing sekitar Rp 5 Ribu per kilogram (bawang merah) dan sekitar Rp 3 ribu per kilogram (telur ayam).

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca di daerah penghasil, khususnya curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk.

“Untuk cabai memang agak sulit dikendalikan karena dipengaruhi cuaca. Tetapi informasi dari Kementerian Pertanian, Maret nanti diperkiraka ada panen raya nasional, termasuk di Jatim. Semoga harga bisa kembali stabil,” imbuhnya.

Meski begitu, Agung memastikan secara umum ketersediaan bahan pangan di Surabaya masih dalam kondisi aman.

Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi pangan menjelang puasa dan lebaran.

“Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, kami fokus melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, sekaligus memastikan keamanan pangan di masyarakat," tegas Agung.

Pemantauan harga dan stok pangan akan terus dilakukan Pemkot Surabaya secara berkala hingga mendekati lebaran.

Jika terjadi lonjakan harga atau ancaman kelangkaan, pasar murah dan GPM akan diintensifkan di sejumlah wilayah.

“Nanti akan ada pasar murah hampir setiap hari di kelurahan, dan GPM akan ditingkatkan hingga dua sampai tiga kali dalam sebulan. Bahkan kami siapkan pasar murah serentak di seluruh kelurahan se-Surabaya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agung mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok, meski ada lonjakan harga pada komoditas tertentu menjelang bulan puasa dan lebaran.

“Berdasarkan hasil pengawasan bersama Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, belum ditemukan praktik penimbunan. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan pangan di Surabaya mencukupi,” pungkas Agung. (*)

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore